MUI Jatim Dukung Penutupan Dolly

Tidak ada komentar 213 views

Surabaya,(DOC) – Kebijakan Pemkot Surabaya menutup seluruh lokalisasi di kota pahlawan ini termasuk gang Dolly, mendapat semangat baru. Dukungan dari berbagai elemen masyarakat terus mengalir. Bahkan hari ini, Rabu(14/5/2014) belasan ulama dari Majelis Ulama Indonesia(MUI) Provinsi Jawa Timur yang mengatasnamakan Gerakan Ummat Islam Bersatu(GUIB) mendatangi Walikota, Ketua DPRD Surabaya dan Kapolrestabes untuk menyatakan kesiapannya memback up penutupan lokalisasi Gang Dolly.
Disampaikan oleh Drs. H. Abdurrachman Azis, Msi Ketua MUI Provinsi Jawa Timur bidang Infokom, para ulama akan berada dibelakang kebijakan tersebut, untuk menutup lokalisasi gang Dolly. “Para ulama akan memback-up dari belakang soal penutupan Dolly. Nanti akan ada saatnya para ulama turun untuk memberikan dukungan ke Pemkot,”ujarnya, usai bertemu dengan Ketua Dewan, diruang Badan Kehormatan DPRD Surabaya,Rabu(14/5/2014).
Dalam kesempatan tersebut, GUIB Provinsi Jawa Timur juga menyebar pernyataan sikap terdapat beberapa tuntutan diantaranya, menyesalkan sikap Wakil Walikota Surabaya yang terkesan menolak kebijakan tersebut. sekaligus mengutuk dengan keras pihak-pihak yang memprovokasi issue penutupan lokalisasi Dolly, demi kepentingan politis pragmatis. “Sikap para ulama yang kami tuangkan dalam surat pernyataan GUIB sudah sangat jelas bentuk dukungan kami, dan hal itu diharapkan bisa menjadi kekuatan bagi Pemkot Surabaya untuk mewujudkan kebijakan mulia tersebut,”jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Surabaya, M. Mahmud membeberkan dukungan sebagaian besar anggota DPRD Surabaya atas penutupan lokalisasi Gang Dolly. “memang ada anggota yang kontra terhadap kebijakan tersebut, tapi yang mendukung lebih banyak. Jadi para ulama jangan kuatir konsistensi DPRD yang setuju atas penutupan lokalisasi tersebut. Jujur saya dan Pak Yanto(Ahmad Suyanto, Wakil Ketua DPRD Surabaya,red) juga setuju dengan kebijakan itu,”tegas Mahmud saat menemui koordinator Guib bersama Wakil Ketua DPRD.
Ia menambahkan, Kebijakan penutupan lokalisasi Gang Dolly, jika dipolling ke seluruh warga Surabaya, dipastikan banyak yang mendukung. mengingat dampak buruk dari keberadaan Dolly selama ini sangat banyak dirasakan oleh seluruh warga Surabaya. “Jika ada warga di satu Kelurahan yang terkena dampak dari kebijakan itu, maka menurut saya itu sangat tidak adil, karena di Surabaya ini ada 160 Kelurahan yang terkena dampak buruk. seharusnya seluruh warga se-Surabaya juga ditanya. pasti banyak yang mendukung,”jelasnya.(r7)