Muscab Peradi Surabaya Rawan Money Politik

Tidak ada komentar 236 views

Surabaya,(DOC) – Perebutan kursi Ketua Persatuan Advokad Indonesia(Peradi) cabang Surabaya yang rencananya digelar dalam Musyawarah Cabang(Muscab) Peradi, Jumat(24/5/2013), akan diwarnai dengan politik uang(money politik), yang dilakukan oleh oknum salah satu kandidat.
Beredarnya informasi tak sedap tersebut, membuat resah sejumlah anggota Peradi Surabaya, yang tidak menginginkan hal itu terjadi, guna menjaga citra organisasi.

Syafrudin, salah satu anggota Peradi Surabaya mengaku kecewa dengan ulah beberapa oknum advokad yang menghalalkan segala cara guna memenuhi ambisi pribadinya, dengan mengabaikan kepentingan organisasi profesi advokad yang ingin menegakkan supremasi hukum. “Kalau kumpulan profesi advokad (Peradi) sudah dikuasai oleh oknum-oknum yang gemar bermain money pilitik. Ke depan Peradi akan jadi apa?,” kata wakil ketua IKADIN Surabaya ini, Rabu(22/5/2013).

Ia menambahkan, Melakukan money politik adalah tindakan yang tidak terpuji dikalangan organisasi profesi advokat. Bahkan menggunakan cara tersebut, dianggap kontraproduktif dengan AD/ART Peradi.
Menurutnya, dalam bursa pemilihan ketua Peradi nanti, terdapat dua nama kandidat yang akan memperebutkan tahta tertinggi di organisasi Peradi Surabaya, yakni setyo Busono dan Syaiful Ma’arif. “adanya strategi money politik itu, sudah didengar oleh semua anggota Peradi. Namun tidak perlu saya sebut nama,” cetusnya.

Syarat menjadi peserta Musayawarah Cabang (Muscab) Peradi Surabaya, menurut pengacara senior ini, tiap anggota Peradi dikenai biaya pendaftaran sebesar Rp 250 ribu, per-anggota. Sehingga persyaratan itu, yang dimanfaatkan oleh oknum kandidat untuk menggalang kekuatan suara dalam Muscab nanti. “Peserta Muscab, syaratnya harus membayar uang pendaftaran. Sehingga para kandidat ini bisa menggunakan alasan itu untuk melakukan money politik. Untuk itu akan kita lawan,”tegasnya.(r4/r7)