NasDem Berikan Pendidikan Politik Partai Lain

Tidak ada komentar 123 views

Jakarta, (DOC) – Sebagai salah satu partai yang begitu cepat tergabung dalam koalisi, NasDem dianggap telah memberi contoh pendidikan politik bagi partai lainnya karena NasDem tidak terjebak dalam negoisasi politik yang berbelit.
Menurut Wakil Sekretaris Jenderal NasDem, Willy Aditya, sudah sejak dari awal memiliki pendirian bahwa dasar tergabung dalam koalisi dengan PDIP bukan karena posisi Cawapres ataupun kursi Menteri.
“NasDem satu hari setelah pemilu tepatnya tanggal 10 April, Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo berkunjung ke kantor DPP NasDem di Gondangdia untuk melakukan silaturahmi dan secara resmi mengajak NasDem untuk berkoalisi mendukung Jokowi menjadi Presiden. Surya Paloh tanpa keraguan langsung setuju. Saat itu Tjahjo menawarkan bahwa NasDem boleh mengajukan Cawapres dan nama menteri, namun Surya Paloh menolak karena NasDem memang tidak bertujuan untuk itu,” tutur Willy dalam acara Diskusi Publik bertajuk Membaca Peta Berkoalisi Pilpres 2014 di Maarif Institute.
Willy juga menambahkan bahwa NasDem memiliki sikap jika tidak masuk tiga besar, NasDem tidak akan berbicara capres-cawapres. “NasDem ingin menjual politik gagasan, bukan politik citra dan terbukti ini cukup berhasil dengan raihan suara tujuh persen kemarin. Megawati juga dalam pertemuan di Lenteng Agung beberapa bulan lalu bahwa kunci koalisi NasDem dengan PDIP ini adalah konsistensi” ucap Willy.
Pengamat Politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro, mengingatkan kepada koalisi NasDem dan PDIP ini agar tidak terjebak dalam fenomena sekedar menonjolkan kepentingan jangka pendek yang cenderung transaksional. “Saya khawatir, partai-partai yang sudah tergabung dalam koalisi saat ini, mengabaikan idealisme ideologi dan kebutuhan kebangsaan yang telah susah dibangun oleh para pendiri bangsa. Namun, saya melihat koalisi NasDem dan PDIP ini jika memang berjalan sesuai dengan ucapan Willy, maka itu luar biasa dan saya tabik jika ada koalisi partai seperti itu. Jarang sekali ada partai yang sungguh-sungguh ingin restorasi seperti NasDem,” tutur Zuhro.
Zuhro juga menyoroti banyaknya partai yang masih belum jelas arah koalisinya. “Memang membangun kerjasama koalisi tidak mudah, tapi basis landasannya tak hanya persamaan chemistry karena harus ada persamaan visi-misi program dan jangan lupa ada faktor yang luar biasa yakni modal atau uang,” ucap Zuhro. (r4)