NasDem Siap Gugat KPU ke MK Terkait Sengketa Pemilu

Tidak ada komentar 188 views

Jakarta, (DOC) – Pemilihan Umum legislatif (pileg) yang digelar 9 April lalu dinilai berpotensi menjadi pemilu yang penuh dengan sengketa. Komisi Pemilihan Umum (KPU) masih menggelar penetapan rekapitulasi suara nasional, ketidakpuasan dari calon anggota legislatif (caleg) dan partai politik (parpol) marak disuarakan. Akhirnya, caleg dan parpol mulai pasang “kuda-kuda” untuk melakukan gugatan hukum melalui Mahkamah Konstitusi (MK) atas hasil resmi pileg yang akan diumumkan KPU.
“Kami akan bawa masalah kecurangan ini ke MK dan DKPP. Masih banyak kasus yang tidak terselesaikan saat proses rekapitulasi suara di KPU,” kata Willy Aditya, Wasekjen Partai NasDem.
Willy menambahkan, banyaknya kecurangan dalam pelaksanaan pileg, kemudian ditambah lagi dengan lambatnya proses rekapitulasi suara nasional oleh KPU semakin menunjukkan bahwa KPU tidak mampu menyelenggarakan pemilu sesuai tahapan yang telah direncanakan.
“NasDem menanggapi serius dengan banyaknya kecurangan yang terjadi. Ini pembelajaran politik yang tidak baik. NasDem menginginkan adanya perubahan dalam kehidupan berpolitik di Indonesia. Untuk itu kita akan menggunakan jalur yang benar untuk menyelesaikah sengketa pemilu, yaitu jalur hukum melalui MK,” lanjut Willy.
Keseriusan Partai NasDem diunjukkan dengan membentuk tim advokasi yang terdiri atas 50 orang pengacara. “Tim advokasi NasDem akan dikoordinir oleh 2 orang pengacara yaitu Taufik Basari dan OC Kaligis. Saat ini tim sudah menerima berbagai laporan dari para caleg dan tengah menseleksi kelayakan kasus dan data-datanya,” ujarnya.
Selain NasDem, Partai Golkar juga tengah menyiapkan data-data yang akan dijadikan bukti untuk mengajukan gugatan ke MK.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Fadel Muhammad menyatakan Golkar sudah mengindikasikan ada sejumlah temuan kecurangan di 17 daerah yang merugikan mereka.
“Ada indikasi kecurangan yang kami temukan sejumlah daerah, saat ini yang sudah tercatat ada 17 daerah. Kami tengah menyiapkan data-datanya dan setelah KPU mengumumkan hasil rekapitulasi secara resmi, baru kami akah ajukan gugatan melalui MK,” jelas Fadel.
Sementara itu, Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jimly Asshiddiqie membenarkan banyaknya kecurangan yang terjadi pada saat pileg sehingga ada caleg atau parpol yang dirugikan. “Kecurangan yang terjadi sangat banyak, tidak hanya melibatkan caleg bahkan penyelenggara pemilu juga terlibat. Sehingga nanti setelah penetapan hasil oleh KPU, akan banyak gugatan yang masuk ke MK,” ujar mantan ketua mahkamah konstitusi ini.
Jimly menambahkan, kecurangan pemilu terjadi karena disebabkan oleh beberapa faktor antara lain sistem pemilu dengan suara terbanyak dan rekapitulasi berjenjang. (r4)