Ngebut Perbaiki Taman Rusak Dengan Dana Urunan Dari SKPD

Surabaya,(DOC) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kini mulai ‘ngebut’ untuk menyelesaikan perbaikan Taman Bungkul yang rusak akibat insiden bagi-bagi ice cream Wall’s gratis, Minggu (11/5/2014) lalu. Perbaikan taman yang pernah mendapat penghargaan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ini diperkirakan memakan waktu selama satu bulan lebih.

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, saat memimpin perbaikan taman bungkul kemarin mengatakan, pihaknya mengebut menyelesaikan perbaikan taman yang menjadi jujugan warga Surabaya ini karena, dalam waktu dekat, pemkot mendapat kunjungan dari beberapa negara dalam even Asian Fashion Week 2014. Acara ini digelar pada Agustus mendatang di Ciputra World Surabaya (CWS) Jalan Mayjend Sungkono. “Jadi begini, Surabaya itu tidak punya apa-apa. Kalau daerah lain punya tambang emas, batubara dan pemandangan cantik, Surabaya tidak punya. Makanya, kami ingin menarik pengunjung dengan membangun dan merawat taman-taman,” katanya.

Risma, panggilan Tri Rismaharini menambahkan, jika taman-taman rusak, maka Surabaya tidak akan lagi menarik. Maka, orang luar pun akan enggan berkunjung kesini. Dampak buruknya, maka perekonomian juga akan terhambat. Jika Surabaya panas dan gersang, tentu akan dijauhi orang. Pihaknya sendiri mengaku belum ada anggaran untuk perbaikan taman ini. Terpaksa dia bersama dengan sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terpaksa patungan. Akhirnya terkumpul sebanyak Rp25 juta. Namun, dana yang ada masih kurang, maka perbaikan akan dihentikan dan menunggu sampai ada anggaran. “Nanti (perbaikan) semampu kami. Kalau tidak ada duit ya berhenti dulu perbaikan. Saya memang nggak ada uang,” terangnya.
Dari pantauan dilapangan, mulai pagi hingga sore, Senin(12/5/2014) tadi, Petugas dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Surabaya terus membenahi taman di tengah median jalan. Nampak juga Walikota Tri Risma yang langsung memantau pembenahan taman di 3 lokasi sekitar Taman Bungkul. Tidak sedikit tanaman yang rusak diambil dan dikumpulkan oleh petugas DKP. Sebuah alat berat ‘bego mini’ juga dikerahkan untuk meratakan tanah hingga dasar taman yang baru.
Sementara terpisah, Area Sales Manajer Jatim, khusus Ice Cream, PT Unilever Indonesia Tbk, Dion Aji Setiawan mengatakan, pihaknya akan menanggung penuh biaya kerugian yang ditimbulkan dari even bagi-bagi es krim gratis tersebut. Pihaknya tidak menyangka bahwa, antusiasme warga Surabaya akan es krim gratis sangat tinggi. Dari pihak panitia penyelenggara hanya menyiapkan sebanyak 10.000 buah. Tapi, pengunjung yang datang mencapai 70.000 orang. Bahkan, banyak juga pengunjung yang datang dari luar kota Surabaya. “Kejadian ini akan kami jadikan pelajaran. Kami akan segera sowan ke Bu Risma. Kami akan perbaiki semua kerusakan yang ada,” terangnya.
Terkait rencana Pemkot Surabaya melaporkan ke ranah hukum, Dion tidak banyak memberi tanggapan. Namun dia memastikan bahwa, dalam even ini, pihaknya sudah mengantongi izin. Izin itu dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) Surabaya, Polsek Wonokromo dan juga Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya. Atas insiden kerusakana taman bungkul pihaknya berjanji akan lebih baik dalam menyelenggarakan kegiatan. “Kami akan instropeksi. Sekali lagi kami minta maaf. Kami juga sudah layangkan surat permintaan maaf ke wali kota. Kami mohon maaf dan akan bertanggung jawab,” katanya.(lh/r7)