Nikmati Kesenian 14 Negara di Cross Culture Festival 2013

Surabaya, (DOC) – Warga metropolis bakal mendapat suguhan menarik berupa pertunjukan budaya dari berbagai negara. Ratusan seniman lintas negara akan tampil dalam satu panggung dalam pembukaan Cross Culture Festival (CCF) atau Festival Seni Lintas Budaya 2013 di Taman Surya, Kamis (4/7) besok.
CCF sudah menjadi agenda rutin yang digelar setahun sekali. Dari setiap penyelenggaraannya, helatan multi kultur yang dikemas apik terbukti mampu memberikan hiburan tersendiri bagi masyarakat. Nah, memasuki tahun ke-9, CCF kembali mencoba menyajikan tontonan seni budaya bertaraf internasional.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Surabaya, Maulisa Nusiara, mengatakan, CCF akan berlangsung selama tiga hari, mulai 4-6 Juli 2013. Delapan daerah dalam negeri memastikan siap meramaikan CCF. Mereka datang dari Padang, Balikpapan, Bontang, Pekalongan, Denpasar, Jogja, Bandung, dan Donggala.
Dari mancanegara, sebanyak 14 negara sudah menyatakan positif berpartisipasi dalam CCF 2013. Diantaranya dari Korea, India, China (Guangzhou), Amerika Serikat, Australia, Maroko, dan Kroasia. Tak mau ketinggalan, Papua Nugini, Fiji, Polandia, Nauru, Yunani, Filipina, serta Tonga. “Keseluruhan ada 22 delegasi dengan total peserta sebanyak 200 orang,” ungkapnya.
Dijelaskan Maulisa, sebenarnya rangkaian kegiatan CCF sudah didahului dengan Festival Tari Remo dan Yosakoi yang berlangsung pada Minggu (30/6) kemarin. Selanjutnya, dilanjutkan dengan pembukaan CCF di Taman Surya, Kamis (4/7) pukul 19.00. Acara tersebut akan diisi oleh sederet penampilan seni budaya yang sayang bila dilewatkan.
Pada Jumat (5/7), warga Surabaya berkesempatan memperdalam jiwa seni dengan menghadiri workshop di Gedung Balai Pemuda, mulai pukul 09.00-11.00. Panitia mendatangkan beberapa peserta CCF yang tak segan membagi ilmunya kepada semua yang hadir. Malam harinya, tepatnya pukul 19.00, pertunjukan kesenian digelar di G-walk Citra Raya.
Kemeriahan pesta budaya lintas negara masih berlanjut pada Sabtu (6/7) malam. Kembali bertempat di Taman Surya pukul 19.00, acara penutupan CCF dipastikan tak kalah seru. Moment itu juga sebagai gong puncak acara sehingga seluruh peserta bakal all out menampilkan yang terbaik.
Maulisa lantas memberikan sedikit bocoran seputar apa saja yang disuguhkan dalam CCF kali ini. Jenis penampilan sebagian besar merupakan pertunjukan musik dan tarian tradisional. Keduanya dibawakan secara live di atas panggung.
Khusus delegasi India, menampilkan penari kaliber internasional. Hal itu sehubungan adanya program dari kedutaan India yang menugaskan penari internasionalnya untuk tinggal di Indonesia. Para penari yang diwadahi oleh Jawaharlal Nehru Indian Culture Centre (JNICC) itu biasa tampil dalam berbagai event budaya di nusantara. Dalam CCF, mereka akan membawakan tarian unik yang mengandung cerita serta penuh makna.
Maulisa berharap, agenda CCF ini bisa semakin diminati masyarakat. Disamping itu, ragam kesenian menarik yang ditampilkan menjadi alasan utama bagi warga untuk datang menyaksikan CCF. “Yang jelas seluruh rangkaian acara, mulai pembukaan hingga penutupan, gratis alias tidak dipungut biaya,” pungkasnya. (r4)