Nikmatnya Berwiraswasta Online di Surabaya, Jadilah Pahlawan Ekonomi

foto(dok) : Wali Kota Tri Rismaharini saat launching Pahlawan Ekonomi di Kaza

Surabaya,(DOC) – Dunia usaha kecil menengah di kota Surabaya, sejak Wali kota Tri Rismaharini menjabat pada tahun 2010 lalu, semakin tumbuh dengan pesat. Jumlah pelaku usaha di kota Surabaya sekarang ini, telah mencapai 5.300 jenis usaha yang mempunyai pasar hingga di tingkat international.

Untuk berwiraswasta, masyarakat Surabaya tidak dituntut modal besar dan harus bersusah payah mencari tempat. Cukup dengan online internet lewat sosial media, sekaligus mengikuti pelatihan – pelatihan usaha yang disediakan oleh Pemkot Surabaya setiap minggu, disalah satu Mall.

Pelatihan usaha itu, merupakan bagian dari program Pahlawan Ekonomi yang diprakarsai oleh para akademisi dari salah satu perguruan tinggi negeri di Surabaya dan difasilitasi oleh Pemkot Surabaya.

“Pahlawan Ekonomi ini kita selenggarakan setiap Sabtu dan Minggu di mall Kaza. Selain pelatihan usaha, pelatihan ini juga memberikan bantuan kreative desain, packaging produk sampai solusi pemasaran produk UMKM,” ungkap Agus Wahyudi salah satu pengurus Pahlawan Ekonomi saat dikonfirmasi melalui selulernya.

Hampir sepuluh tahun ini, program Pahlawan Ekonomi ini berjalan dengan jumlah peserta yang terus meningkat. Bahkan bisnis online di Surabaya, kini sudah menjadi surga bagi warga kota yang ingin berwiraswasta.

Pengamat Ekonomi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Kresnayana Yahya mengatakan usaha – usaha baru di Surabaya semakin menjamur beberapa tahun terakhir ini.

Data sensus ekonomi Kota Surabaya pada Mei 2017 menunjukan jumlah UKM di Surabaya sudah mencapai 365.071 UKM, dengan jumlah tenaga kerja UKM mencapai 974.031 tenaga kerja.

“Tanpa disadari juga, cara belanja, cara dandan orang di Surabaya pun mengalami perubahan yang luar biasa. Saya menyebut kota Surabaya sebagai kota andalan masa depan karena pemerintah sekarang telah mendidik masyarakatnya untuk menjadi smart people dan telah memberikan kesempatan rakyatnya untuk berusaha baik itu UKM ataupun dari sektor jasa pariwisata,” ungkapnya.

Pada 20 tahunan lalu, para pelaku usaha cenderung senang membikin pabrik. Namun untuk sekarang ini, masyarakat bisa membuat pabrik di rumahnya dengan hasil yang luar biasa.

“Sekarang minuman sinom, kunyit, asem kunir putih penjualannya sangat luar biasa. Padahal dulu kita beli dipenjual jamu atau bakul jamu gendong keliling. Kemasannya juga menarik, dibotolin dan sudah ditaruh di revi rejeriter agar higienis. Seperti ini, orang lebih percaya ketimbang minuman yang soda-soda,” papar Kresnayana.

Aplikasi internet dan sosial media yang menjadi outlet pelaku usaha kecil menengah. Berdasarkan data yang dia miliki, penjualan lewat sosial media ini, sangat kuat menyerap dan menciptakan pasar lokal baru.

Kresnayana menambahkan, program pelatihan usaha melalui Pahlawan Ekonomi sangat membantu para pelaku usaha untuk mengakses internet hingga cara berjualannya.

“Ini caranya diajari menggunakan media sosial. Produknya di potret terus dikasih nama alamat dan nomer telpon. Kemudian didaftarkan lewat aplikasi sosial media seperti facebook. Itu yang skala kecil. Kalau skala besar ikut pameran dengan membawa 200 botol dan hasilnya terjual 300 botol. Ini sangat luar biasa kemajuannya,” ungkapnya.

Kini tak sedikit, para pelaku usaha kecil yang dulu hanya mendaftar via sosial media, kini sudah berani mendaftarkan diri via aplikasi ‘Go-Jack’.  Meskipun bersusah payah berjualan selama 24 jam, namun konsekwensi tersebut, sebanding dengan omset yang diperolehnya.

“Ada seorang mulai pukul 6 pagi sudah mulai goreng lumpia, karena ada pesanan 40 buah setiap hari. Intinya, jika kita lakukan secara bersamaan dengan menggerakan daya beli maka  barang itu semua laku. Lalu, penjual belanja lagi barang milik orang lain, sehingga ekonomi bergulir lebih cepat dan besar,” tandasnya.

Keuntungan berbisnis online di Surabaya memang sangat dirasakan oleh salah satu pelaku usaha makanan yang baru 2 minggu berjualan via instragram. Produk makanan yang digeluti yaitu Pisang Nugget Surabaya (PNS).

“Sementara kita berjualan via instragram dan masih proses registrasi di aplikasi Go-Jek. Namun hasilnya memang luar biasa meski hanya di instragram, sehari rata – rata penjualan bisa mencapai 5 paket lebih, dengan harga Rp.15 ribu per-paket,” ungkap Ani pengelola PNS.

Ani mengatakan, bahwa dirinya kini tengah berminat untuk gabung pelatihan Pahlawan Ekonomi. Ia ingin mengetahui lebih banyak cara berbisnis via online dan belajar membuat desain serta packaging.

“Kita disuruh memilih waktu untuk ikut pelatihan, hari Sabtu atau Minggu,” imbuhnya.

Ani juga memuji kinerja Wali kota yang dianggap berhasil menciptakan pasar online yang sangat membantu penjualan usahanya. Kedepan dirinya berharap, Pemkot bisa membuat aplikasi online untuk berjualan seperti Go-Jek atau lainnya.

“Bu Wali kan sudah bekerjasama dengan facebook, itu sangat membantu. Saya ‘Kuliner Surabaya’ di facebook. Kedepan Bu Risma buat Go-Jek khusus untuk UMKM lokal Surabaya,” ungkapnya.

Berwiraswasta bagi warga Surabaya yang mudah tanpa modal besar, memang sudah menjadi cita-cita Wali kota Tri Rismaharini sejak dirinya menjabat pada tahun 2010 lalu.

Dihadapan para Jurnalis, Wali kota Tri Rismaharini mengungkapkan upayanya meningkatkan perekonomian warga dengan membuka peluang usaha yang semula berjumlah 89 UMKM,  kini jumlahnya sudah mencapai 5000 lebih.

“Saya start tahun 2010 hanya 89 kelompok usaha namun kini ada 5.300 kelompok. Kesuksesan yang didapat karena kita membangun secara secara sistematis, tidak asal dilatih dikasih tempat, tapi dilihat PIRTnya, kesehatannya, packagingnya. Semua lengkap,” jelasnya.

Transaksi penjualan kelompok UKM, lanjut Risma, menggunakan sistem secara online dan penghasilannya sangat menakjubkan. “Selama bulan puasa omsetnya penjualan produk makanan cookies mencapai Rp 1 miliar lebih dan untungnya sekitar Rp 580 juta,” katanya.

Selama ini sistem pembelajaran secara online bagi pelaku UKM, pihaknya memang dibantu oleh facebook. Namun kedepan dirinya akan membuat aplikasi khusus produk UMKM Surabaya untuk tempat berjualan. Aplikasi ini, cara kerjanya nanti mirip aplikasi Go-Jek/GoFood atau aplikasi online lainnya.

“Pelatihan-pelatihan yang diberikan facebook kepada kelompok UKM setiap bulan di minggu terakhir, mulai dari cara mengambil angle foto menggunakan kamera dan handphone lalu cara upload. Kedepan saya akan buat aplikasi sendiri untuk jualan para UMKM Surabaya,” pungkasnya.

Kegigihan Wali Kota perempuan pertama di Surabaya ini, membawa keberhasilan bagi kota Pahlawan untuk berkembang maju dan berprestasi.

Pada 21 September lalu, Pemkot Surabaya mendapat penghargaan dari organisasi perserikatan bangsa-bangsa(PBB) bersama 14 negara berprestasi lainnya.

Penghargaan itu, adalah Learning City dari UNESCO Cities (GNLC) selaku penyelenggara International Conference on Learning Cities (ICLC) yang diserahkan di Cork, Irlandia.

Selain menerima penghargaan, Wali kota Tri Rismaharini juga diminta UNESCO untuk menjadi pembicara di hadapan Wali kota – Wali kota dunia yang diundang. Materinya seputar pengembangan ekonomi dan pembelajaran kota untuk menumbuhkan Ketenagakerjaan serta Entrepreneur.(rob)