November Harga BBM Naik

Tidak ada komentar 180 views

Jakarta,(DOC)Penasihat tim transisi pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, Jenderal (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan, Rabu(1/10/2014) menuturkan presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla telah memutuskan untuk menaikkan harga bahan bakar minyak bersubsidi sebesar Rp 3 ribu per-liter pada November 2014. Keputusan itu menurut Luhut, ditetapkan Jumat pekan lalu.
Pernyataan Luhut, ternyata berbeda dengan apa yang diungkapkan Joko Widodo (Jokowi). Kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Jokowi mengatakan belum memutuskan kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi. Ada sejumlah opsi yang sedang dikaji sebelum menaikkan harga BBM. Kenaikan harga juga bervariasi. “Ada (rencana kenaikan harga) Rp 500 per liter, ada pula Rp 1.000, Rp 1.500, Rp 2.000, Rp 2.500, dan Rp 3.000 per liter. Jadi, siapa yang memastikan, baru dalam proses hitung-hitungan, dilantik juga belum,” kata Jokowi.
Luhut sendiri, mengatakan kenaikan harga BBM akan menambah defisit anggaran senilai Rp 27 triliun.Selain itu, pemerintahan Jokowi dan JK juga harus menanggung utang kekurangan bayar BBM subsidi sebesar Rp 46 triliun. Tanpa kenaikan ini, menurut Luhut, kas negara bisa minus Rp 72 triliun.
Masih menurut Luhut, meski kenaikan harga dilakukan kurang lebih sebulan setelah Jokowi dilantik, Luhut optimistis pelaksanaan bisa berjalan dengan lancar. Soalnya, rencana ini sudah dipersiapkan sejak jauh-jauh hari. Belum ada keterangan terbaru terkait perbedaan suara mengenai kenaikan harga BBM tersebut. (co/r7)