Nyaleg,Bambang DH Mundur Dari Wakil Walikota Surabaya

Surabaya (DOC) – Wakil Walikota Surabaya Bambang DH dipastikan akan maju dalam pemilihan legislative 2014. Wakil Ketua Bidang Organisasi DPC PDIP Surabaya, Sukadar, Rabu (27/3/2013) mengungkapkan, bahwa Bambang DH telah mendaftarkan diri sebagai bakal calon anggota legislative DPRD Jawa Timur. Bahkan, menurutnya usulan daftar caleg PDIP untuk tingkat provinsi yang didalamnya terdapat nama Bambang DH tersebut telah dikirim ke DPP PDIP.

“Mas Bambang sudah mengembalikan formulir pendaftaran dan, sudah disetorkan ke DPP (PDIP)” ujarnya.

Apakah DPP PDIP merestui keputuan Bambang DH mencalonkan sebagai anggota legislative, menurut Sukadar keputusannya baru akan diketahui  sebelum pendaftaran di KPUD.

“Sebelum pendaftaran kemungkinan akan keluar (keputusan DPP PDIP). Disitu diketahui, apa Mas Bambang jadi caleg atau tidak” paparnya.

Sukadar menambahkan, setelah Bambang DH memastikan maju dalam pileg, secara otomatis ia mundur dari jabatannya sebagai Wakil Walikota Surabaya.

“Secara otomatis, sesuai aturan ketiaka nyaleg harus mundur” tegasnya

Keputusan  Bambang DH mundur dari jabatan Wakil Walikota memang beberapa kali pernah disampaikan ke DPP PDIP. Namun, hingga kini pengurus teras PDIP belum memberikan lampu hijau.

Sementara terkait siapa pengganti Wakil Walikota Surabaya pasca ditinggalkan Bambang DH, Sukadar mengatakan meski secara pribadi memilih figure Ketua DPC PDIP Surabaya Wisnu Sakti Buana, dengan pertimbangan lebih berpotensi dan elektabilitasnya tinggi.  Namun, sesuai aturan  menurutnya penentuannya harus  dilakukan  melalui forum Rakercab diperluas DPC PDIP Surabaya.

“Siapa yang layak ditentukan dalam rapat cabang diperluas” jelas mantan Tim Sukses Risma Bambang dalam Pilwali 2010.

Sesuai mekanisme, DPC PDIP Surabaya sebagai partai pengusung Risma – bambang pada Pemilihan walikota dan wakil walikota  2010 mengajukan dua kandidat. Mereka bisa berasal dari pengurus DPC, PAC atau bukan.

“Bukan harus pengurus, tapi yang pasti kader PDIP” terang  kader PDIP yang dekat dengan Wisnu Sakti Buana.

Ditanya, apakah putra mantan Sekjen DPP PDIP Soecipto, yakni Wisnu Sakti Buana sengaja dipersiapkan menjadi wakil walikota, karena sebelumnya dikabarkan tidak akan maju dalam pemilu legislative. Sukadar berdalih, hal itu tdiak berkaitan. Menurutnya, alas an Wisnu Sakti tidak mencalonkan dalam pileg, karena ingin berkonsentrasi pada pemenangan partainya pada Pemilu Legislatif 2014.

“Nanti kalau semua nyaleg, siapa yang jadi panglima, yang jadi wasit waktu pileg” tegasnya.

Menanggapi pencalonan diri Wakil Walikota Bambang DH pada pesta demokrasi 2014, Ketua KPU Surabaya, Eko sasmito membenarkan  yang bersangkutan harus mundur dari jabatannya.  Namun, proses pergantian Wakil Walikota akan ditentukan oleh DPRD Surabaya setelah ada usulan dari partai pengusung.

“Mundur dulu saat mendaftar (Caleg). Pengganti Wakil walikota dipilih DPRD, lewat pengusulan partai pengusung” ujar mantan aktifis LBH Surabaya ini.

Eko mengatakan, proses pengunduran diri Bambang DH dari jabatan Wawali dilakukan sejak mendaftar sebagai caleg.

“saat daftar proses pengunduran diri bisa  jalan, namun ketika sudah ditetapkan sebagai caleg (Daftar Caleg tetap) secara formal harus sudah mundur dari jabatanya” pungkasnya. (K-4)