OJK Tegaskan Indonesia Dapat Bantuan US$150 Ribu

Tidak ada komentar 152 views

Jakarta, (DOC) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan pemerintah Indonesia akan menerima bantuan sebesar US$ 150 ribu dari Islamic Development Bank (IDB) untuk membangun masterplan keuangan syariah di Indonesia. Bantuan ini sebagai wujud komitmen kerja sama OJK dengan IDB di sektor jasa keuangan syariah dan keuangan mikro. Beberapa waktu lalu, OJK yang diwakili oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad melakukan pertemuan dengan Presiden IDB Ahmad Mohamed Ali di Jeddah, Arab Saudi.
“Kalau kerja sama dengan IDB, mereka akan memberikan bantuan kepada pemerintah Indonesia sebesar US$ 150 ribu untuk membangun masterplan keuangan syariah. Dan itu dikoordinir oleh Bappenas,” kata Deputi Komisioner OJK Bidang Pengaturan dan Pengawasan Mulya Siregar saat ditemui di gedung OJK, Jakarta.
Mulya menambahkan bahwa saat ini pihaknya bersama Bank Indonesia (BI) dan kementerian terkait akan membantu konsultan IDB dalam menyusun masterplan jasa keuangan syariah.
“Nah, kita di OJK ini membantu memberikan data dan masukan. Segala macam regulasi apa yang diperlukan konsultan yang ditunjuk oleh IDB itu kerja sama yang dilakukan. Jadi, semua. OJK, BI, Kementerian Keuangan, Kementerian Koperasi itu dikoordinir oleh Bappenas untuk membantu konsultan IDB menyusun masterplan jasa keuangan syariah,” tuturnya.
Seperti diketahui, sebelumnya kemitraan dengan IDB tertuang dalam komitmen pembiayaan dan bantuan teknis IDB kepada Pemerintah Indonesia melalui Member Country Partnership Strategy (MCPS) Indonesia 2011-2014. Pengembangan keuangan syariah atau islamic finance merupakan salah satu pilar utama dalam kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan IDB sesuai kerangka MCPS yang diluncurkan pada 2010.
Muliaman mengatakan pengembangan sektor keuangan syariah di Tanah Air akan terus ditingkatkan sejalan dengan industri keuangan syariah yang tumbuh tinggi serta besarnya potensi pasar yang masih belum tergarap.
OJK, ujar Muliaman, akan mengkaji ulang cetak biru atau masterplan pengembangan perbankan syariah yang menjadi kerangka strategi pengembangan bank syariah Bank Indonesia. Pengembangan jasa keuangan syariah menjadi salah satu prioritas OJK ke depan.
“Karenanya, arsitektur keuangan syariah Indonesia yang lebih tinggi dengan mengintegrasikan sektor perbankan, pasar modal, dan nonbank, serta lembaga mikro syariah menjadi sesuatu yang mendesak untuk dilakukan,” kata dia dalam keterangan tertulisnya. (we/r4)