Oknum Pejabat Pemkot Mainkan Ijin Hotel 88

Tidak ada komentar 104 views

Surabaya,(DOC) – Hotel 88 jalan Embong Malang Surabaya, yang telah ditutup karena tidak mengantongi ijin operasional dan melanggar ijin mendirikan bangunan(IMB), kini kembali beroperasi. Hal ini jelas memicu reaksi masyarakat yang menduga adanya permainan ijin antara oknum pejabat Pemkot Surabaya dengan pihak Managemen Hotel 88.
Sebelumnya, dengan tegas pihak Satpol-PP kota Surabaya telah meminta pihak managemen hotel 88 untuk membongkar sebagian bangunan yang diduga menyalahi ketentuan garis sepadan bangunan.
Berdasarkan informasi yang berkembang, oknum pejabat di dinas Cipta Karya dan Tata Ruang(DCKTR), selaku pemberi ijin, telah memodifikasi gambar IMB, untuk meloloskan Hotel 88. Bahkan permintaan pihak pengelola Hotel, agar merombak seluruh gambar IMB, terutama struktur kolom bangunan yang harus dibongkar, juga dipenuhi oleh oknum pejabat DCKTR tersebut.
Saat dikonfirmasi, Ery Cahyadi Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang kota Surabaya, tidak mengelak informasi tersebut. Ery membenarkan, jika pengusaha telah meminta penyesuaian gambar IMB, meski dalam penjelasannya tidak mengatakan secara langsung. “Kini IMB-nya telah sesuai dengan bangunan yang terbangun dan manajemen hotel juga telah melengkapi semua persyaratan ijinnya, makanya boleh beroperasi,” jawab Ery melalui ponselnya, Jumat(22/11/2013).
Hal yang sama juga disampaikan oleh Irfan Widyanto, Kasatpol-PP kota Surabaya yang dulu sangat tegas menyegel Hotel 88. Kini, Ia malah menyatakan bahwa Hotel 88 sudah tidak mempunyai kesalahan untuk ditertibkan. “Mereka sudah melengkapi semua persyaratan ijinnya, jadi ya diperbolehkan ber-operasi kembali,” tegas Irfan.

Berdasarkan laporan masyarakat disekitar hotel 88, yang sulit mendapatkan IMB, menganggap bahwa pihak Pengusaha Hotel memang bermodal besar, sehingga dengan mudah bisa mempermainkan Pejabat Pemerintahan. Padahal jika dilihat dari masterplan kota Surabaya, kawasan Embong Malang sudah tidak boleh di bebani bangunan lagi. Untuk itu para pengusaha sekitar hotel 88 yang bermodal kecil sulit mendapatkan perijinan yang paten (sp/r7)