Oktober Pasar Turi Baru Selesai

Tidak ada komentar 113 views

Surabaya,(DOC) – Setelah menunggu sekian lama sejak molor dari jadwal penyelesaian pada 2 Februari dan 10 April 2014, akhirnya pedagang Pasar Turi mendapat kepastian. Hal ini setelah PT Tata Bumi Raya (TBR) sebagai kontraktor memastikan proses finishing pembagunan Pasar Turi Baru selesai pada pertengahan Oktober 2014.

Tentu saja, harapan pedagang segera bisa berjualan harus dipendam dulu. Begitupula degan permintaan Walikota Surabaya Tri Rismaharini agar puasa tahun ini pedagang sudah masuk tidak terpenuhi. Hal itu karena, bulan puasa dimulai pada akhir Juni 2014, tepatnya empat bulan sebelum janji penyelesaian PT TBR.

Direktur PT TBR Jamhadi mengaku pembangunan Mall Pasar Turi Baru sudah dipercepat sehingga bisa segera ditempati. Dalam proses pembangunan pasar ada satu tambahan tingkat, yakni ada penambahan satu lantai di lantai atas sebagai tempat parkir.

Memang dibanding jadwal awal, kata Jamhadi, ada keterlambatan karena tidak sesuai dengan skedul. Hal ini karena ada hambatan seperti volume pekerjaan dan peningkatan kualitas. Tak cukup itu, ada tambahann pekerjaan yakni galian di bawah tanah karena ada bekas beton Pasar Turi lama.

“Alhmadulillah bangunan yang dibawah tanah selesai dikerjakan, ini diluar perkiraan kami,” katanya saat hearing dengan para pedagang lama Pasar Turi di Komisi B DPRD Surabaya, Jumat (9/5/2014).

Jamhadi menegaskan penyelesaian pembangunan membutuhkan waktu. Meski begitu, Jamhadi memastikan pertengahan Oktober 2014 sudah selesai. Proses pengerjaan interior sudah menyelesaikan 4800 kios dari jumlah total sekitar 6 ribuan kios. Rolling door sudah selesai terpasang di 4800 kios atau stand.

“Kami akan menyelesaikan pada akhir September dan paling lambat pertengahan Oktober, ini demi kenyamanan,” ujarnya.

Saat ini masih ada 144 tempat penampungan sementara (TPS) pedagang. Keberadaan TPS dianggap menghambat pembangunan. Akhirnya, pihak investor meminta membongkar untuk percepatan. Hasilnya, 46 TPS tidak lama lagi akan dirobohkan setelah mendapat persetujuan dari pedagang.

“Untuk akses masuk saja ada 46 yag harus dibongkar, dan untuk keperluan finishing harus dibongkar semua. Dan untuk 46 TPS pada minggu ini sudah sepakat dibongkar supaya bisa meyelesaikan jalan aksesnya, karena untuk mengerjakan sekeliling pasar, saluran dan lainnya,” kata Jamhadi.

Perwakilan PT Gala Bumi Perkasa (GBP) Raja Siraid menerangkan, Pasar Turi seblum dilakukan pembangunan harusnya terima lahan secara bersih dari Walikota pada Oktober 2012. Dan ditunda karena belum bersih, ada sisa bangunan pasar lama. Investor baru terima lahan pada Februari 2013. Selain itu, seblum dilakukan pemancangan ada TPS yang menghambat

“Dan ini membutuhkan waktu untuk membersihkan lahan. Nyatanya, pedagang yang di TPS ada yang menyambut baik dan ada yang menolak pembongkaran,” terangnya.

Setelah dilakukan pemancangan berjalan lancar, kata Raja, sedikit ada yang kurang sesuai gambar, seperti penempatn eskalator. Tapi investor berkomitmen proyek pembangunan Pasar turi dari segi penampilan dan desain berkualitas. “75 persen material diimpor, ini untuk memperoleh hasil yang bagus, namun proses impor ini butuh waktu yang tidak sebentar,” ujarnya.

Ketua Himpunan pedagang pasar turi (HPP), Rosyid menampik TPS mengganggu pembagunan. Berdasarkan surat dari walikota, jarak 15 meter dari konstruksi pasat tidak bisa mengganggu. Itu artinya keberadaa TPS sama sekali tidak menghambat.

“Yang menghambat karena ada penambahan tiga lantai dari semula enam lantai, padahal sembilan lantai ini cukup membahayakan,” katanya.

Perwakilan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Pemkot Surabaya Bashori mengatakan pemerintah sudah meminta berkas-berkas tentang adanya bunga dan denda yang dialami para pedagang. Berkas ini sedang dikumpulkan oleh Pemkot untuk dipelajari.

“Kita sudah catat semunya untuk dipelajari semua keluhan pedagang, termasuk adanya bunga dan denda, saat ini sedang kita kaji,” katanya.

Ketua Komisi B Rusli Yusuf menegaskan akan mengawal penyelesaian pembangunan hingga akhir masa jabatan pada 24 Agustus mendatang. Apalagi, Pemkot saat ini sedang menunggu hasil audit dari BPKP dan tim ITS Surabaya untuk megetahui adanya dugaan penyimpangan.

“Hasil audit itu nanti yang akan menjadi dasar bagi Pemkot untuk mengambil langkah,” ujarnya.(az/r7).