PAC Demokrat se-Surabaya Desak Dadik Mundur

Tidak ada komentar 160 views

Surabaya,(DOC) – Gejolak di tubuh partai Demokrat Surabaya terus memanas. Dewan Pimpinan Anak Cabang Demokrat se Surabaya menuntut Ketua DPC Demokrat Surabaya untuk mundur dari jabatannya.
Tuntutan untuk menggelar musyawarah cabang luar biasa (Muscablub) Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Kota Surabaya semakin menguat dengan adanya pernyataan dari kalangan pengurus inti partai.‬
‪”Bila memang keputusan DPP menghendaki seperti itu, tentunya kita harus melaksanakannya sebagai garis partai,” ujar Sekretaris Umum DPC Partai Demokrat Surabaya Junaedi.‬
‪Pernyataan ini menanggapi tuntutan 27 dari 31 pengurus anak cabang (PAC) Partai Demokrat Kota Surabaya yang menuntut Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Surabaya Dadik Risdaryanto mundur dari jabatannya menyusul perolehan suara Demokrat di Surabaya yang turun drastis dalam Pemilu 2014.‬
‪Perolehan kursi Partai Demokrat di DPRD Surabaya turun drastis. Pada Pemilu 2009 memperoleh kursi sebanyak 16, sedangkan pada Pemilu 2014 menjadi enam kursi. Merosotnya perolehan suara ini diduga karena komunikasi politik dan mesin partai bekerja buruk.‬
‪Selain itu, selama sekitar dua tahun kepemimpinan Dadik, jarang mengadakan rapat pengurus. Bahkan ketika melakukan musyawarah, keputusan akhir sudah ditentukan sebelumnya oleh Dadik dkk. Kondisi ini bertentangan dengan AD/ART partai.‬
‪Meski demikian, menurut Junaedi, untuk mengetahui benar atau tidaknya yang disampaikan PAC-PAC itu, perlu adanya klarifikasi dari Ketua DPC Demokrat Surabaya terkait protes dari PAC. ‬
Ditegaskan anggota Komisi D DPRD Surabaya ini, apa yang dilakukan para PAC tersebut merupakan hal yang wajar dalam organisasi. Sehingga perlu adanya klarifikasi dari Ketua DPC agar permasalahan ini tidak mempengaruhi citra Demokrat selanjutnya.‬
‪”Intinya, saya selaku sekretaris meminta kepada ketua DPC agar hal ini bisa ditindaklanjuti dan diklarifikasi. Dicari solusi agar tidak berdampak lama,” tandasnya.‬
‪Sementara itu, Ketua DPC PDIP Surabaya Dadik Risdaryanto mempersilahkan PAC-PAC melengserkan dirinya. “Tetapi harus konstitusional. Dilaporkan saja ke DPD dan DPP. Kalau itu berhasil, saya pasti dipanggail DPP, baru setelah itu saya pertanggungjawabakan di sana,” katanya.‬
Ditambahkan Dadik, ‪ ada beberapa pengurus partai yang punya niatan untuk melakukan pelengseran.
“Ada mereka dibelakang itu. Saya sangat memahami itu. Biar saja, mereka nanti akan tahu sendiri akibatnya,” katanya.‬
‪Soal sanksi pecat bagi pihak-pihak yang mencoba melengserkannya, Dadik mengatakan jika dia dipanggil dan diperiksa di DPP, namun ternyata tidak ada kesalahan, maka bisa dikatakan mereka melakukan makar. Tentunya itu ada sanksinya sendiri.(r7)