PAC Tuntut Musancab

Tidak ada komentar 99 views

Surabaya, (DOC) – Internal DPC Partai Demokrat (PD) Surabaya kembali bergolak. Terbaru, Pengurus Anak Cabang (PAC) PD Kecamatan Rungkut, mendesak diadakannya musyawarah anak cabang (Musancab). Hal itu menyusul diangkatnya beberapa Ketua PAC menjadi pengurus harian DPC Partai Demokrat.

“Di PAC Rungkut sekarang tidak ada ketuanya, bahkan Plt juga tidak ada. Itu yang membuat kami bingung,” ujar Wakil Ketua PAC Rungkut, Untung Mulyo Sejati, Kamis (3/1/2013).

Menurut Untung, sejauh ini memang tidak ada peraturan yang membolehkan pengurus harian DPC merangkap jabatan sebagi Plt Ketua PAC. Sebab sebelumnya, masalah semacam ini tidak pernah terjadi dalam kepengurusan Partai Demokrat.

“Kami bingung sebab ini baru pertama kali terjadi, jika tidak boleh merangkap kenapa jabatan ketua PAC di beberapa kecamatan dibiarkan lowong,” herannya.

Sementara berdasarkan sumber terpercaya yang ada di internal kepengurusan DPC PD Surabaya, selain PAC Rungkut kasus serupa juga terjadi di 7 PAC lainya. Di antaranya, Ketua PAC Mulyorejo Sumardi, Ketua PAC Tambaksari Agus Susmianto, Ketua PAC Asemrowo Subhan, Ketua PAC Rungkut Taviar, Ketua PAC Karangpilang Yanto, Ketua PAC Pakal Hakim, Ketua PAC Gunung Anyar Bambang Sutejo, dan Ketua PAC Jambangan Lutfi.

Khusus nama terakhir, Lutfi masuk kepengurusan DPD PD Jatim sebagai ketua bidang OKK menggantikan Dadik Risdariyanto yang terpilih menjadi ketua DPC PD Kota Surabaya. “Selain Lutfi, tujuh nama ketua PAC lainnya masuk kepengurusan DPC Kota Surabaya,” kata sumber sumber yang tidak mau dipublikasikan namanya ini.

Saat Muscab II DPC PD Kota Surabaya dengan agenda memilih ketua DPC, Lutfi sempat mendukung calon ketua DPC lainnya, yakni M Rizal. Namun Dadik terpilih sebagai ketua DPC.

“Saya salut sama Lutfi. Karena tidak cocok dengan Dadik, dia tetap loyal pada Demokrat. Namun dia minta masuk kepengurusan DPD Partai Demokrat Jatim. Lutfi bisa masuk DPD karena diajak Sekretaris DPD Bonie Laksmana. Kami di DPC tetap salut sama Lutfi, begitu tak cocok, dia tidak memunculkan konflik kepentingan di DPC,” masih kata sumber.

Masih menurut sumebr tadi, sikap Lutfi bertolak belakang dengan salah seorang bendahara di DPC PD Kota Surabaya. Menurutnya, ada seorang bendahara yang terang-terangan mendukung Rizal. Namun setelah Dadik menang, dia minta dimasukan dalam kepengurusan DPC, dan akhirnya menjadi salah satu bendahara.

“Namun keberadaannya kurang begitu dipakai sama ketua. Ini karena salah satu bendahara tersebut membuat kelompok-kelompok kecil bersama orang-orangnya sendiri. Setiap kebijakan Dadik diam-diam selalu dilaporkan ke DPD,” bebernya.

Sementara itu, Bendahara I DPC PD Kota Surabaya Mochammad Machmud memastikan penggantian delapan ketua PAC di tingkat kecamatan tersebut tinggal menunggu waktu. Menurut dia, dengan statusnya yang diangkat menjadi pengurus DPC, otomatis ke-8 Ketua PAC akan segera diganti.

“Karena delapan ketua PAC masuk kepengurusan DPC dan bahkan DPD, sudah seharusnya posisi mereka dijabat Plt sambil menunggu terpilihnya ketua PAC definitif,” kata Machmud.

Lebih jauh, pria yang juga menjadi Ketua Komisi B (perekonomian) DPRD Surabaya itu, menilai sudah saatnya ketua PAC yang masuk DPC memikirkan partai dalam skala kota, bahkan provinsi bagi yang masuk DPD.

Sementara ketika disinggung soal keberadaan salah satu bendahara di DPC PD yang membentuk faksi-faksi kecil, pria keturunan Arab ini mengaku tidak tahu. “Setahu saya tidak ada apa-apa. Kepengurusan DPC harmonis karena Pak Dadik (Dadik Risdariyanto, red) itu orangnya bisa mengakomodir semua,” pungkas mantan wartawan ini. (k1/r4)