Pakai Android Karena Gengsi

Tidak ada komentar 173 views

Surabaya, (DOC) – Sebanyak 70 persen pengguna Smartphone berjenis Andorid di Indonesia hanya karena gengsi akan jenis maupun merk (brand), dan baru 30 persen sisanya memang benar-benar pada kebutuhannya. Hal ini yang membuat ajang serbuan para vendor/perusahaan luar dengan menjadikan Indonesia sebagai lahan bisnis produk-produk (Gadget) luar.
Pengamat Gadget Indonesia sekaligus pengguna, Shugha (28) menjelaskan secara garis besar masyarakat di Indonesia ini menggunakan Android bukan karena porsi kebutuhan akan fitur atau aplikasi yang ada didalamnya, melainkan karena gengsi dalam hal kepemilikan.
“Android saat ini memang lagi membludak-bludaknya di pasar Indonesia. Hal ini dikarenakan, Indonesia merupakan lahan bisnis yang empuk sebagai sasaran produk dari para pengusaha luar untuk menyasar segmentasi pasar ‘Gaul’ (anak muda), dan satu hal lagi yang paling penting, Indonesia dan masyarakatnya termasuk negara yang paling konsumtif akan merk-merk (brand) terkenal,” kata Shugha, Senin (23/9/2013).
Dikatakan Shugha, saat ini kebanyakan masyarakat menggunakan Android bukan karena kelebihan aplikasi dan fitur-fitur yang terdapat didalamnya, melainkan karena faktor gengsi. Ditambah lagi dengan adanya layanan Internet Service Provider (ISP) yang bisa dikatakan masih belum siap di terima oleh Indonesia dengan teknologi jaman sekarang, sedangkan Indonesia masih belum siap, baik secara Sumber Daya Manusia (SDM) maupun akan kebutuhan Teknologinya.
“Contoh saja, beberapa aplikasi yang terdapat pada Android, tidak banyak diketahui oleh masyarakat luas. Hal tersebut dikarenakan masyarakat cenderung euvoria pada layanan-layanan fiotur social networking saja, dan sekali lagi semuanya masih dalam taraf ikut-ikutan,” jelasnya.
Hal ini jelas berbeda seperti diluar negeri, yang dikatakan sudah memakai dan mumpuni dari segi ISP nya, jika dibandingkan Negara Indonesia saat ini. “Bisa saya katakan saat ini ada sekitar 90% masyarakat Indonesia cenderung menggunakan layanan aplikasi yang namanya WhatsApp, sebab pada dasarnya aplikasi ini sendiri sebenarnya merupakan aplikasi asli dari Android,” pungkasnya. (dan/r4)