Pakai IPAL Konvensional, Limbah Hotel Oval Cemari Lingkungan Sekitar

Surabaya – Hotel oval Surabaya dituding warga yang tinggal di sekitarnya melakukan pencemaran lingkungan. Beberapa warga melaporkan pelanggaran Hotel yang terletak di daerah wonokromo tersebut ke Komisi A DPRD Surabaya. Setelah menerima laporan dari warga tentang pencemaran limbah Hotel Bintang Tiga itu, Komisi A DPRD Surabaya melakukan inspeksi mendadak ke lokasi. Dari hasil pantauan para anggota dewan terhadap Instalasi pengolahan limbah yang dimiliki pihak Hotel, ternyata tidak memenuhi standar. Armudji Ketua Komisi A mengungkapkan, limbah hotel mengganggu warga sekitar., terutama saat hujan. “ Sewaktu Hujan, limbah yang keluar seperti gumpalan-gumpalan.” Ungkap anggota f-PDIP.
Untuk itu, kedatangannya ke hotel bersama rombongan dewan yang tujuannnya menindaklanjuti laporan warga tersebut ingin menge-check langsung kondisi yang ada.
“kita ingin lihat sudah bener tidak IPAl nya ( instalasi Pengolahan limbah)” jelasnya, Senin (21/1/2013)
Instalasi Pengolahan limbah Hotel terletak di belakang berdekatan dengan hunian warga dan sentra pedagang di sekitar kebun binatang Surabaya. Luas IPAl kurang lebih 6,25 meter persegi. Namu iropnisnya, pengolahan limbah hotel masih bersifat manual. Untuk itu, Armuji menganggap pengolahan limbah tdiak maksimal.
“Kurang maksimal, seharusny ada treatment (pengolahan) yang menggunakan mesin” jelasnya.
Ia menegaskan, karena limbah yang dihasilkan relative besar, maka limbah yang dikeluarkan akhirnya ikut dalam saluran umum hotel.
Menanggapi masukan kalangan dewan, panut Setiyo manager maintenance engeniring mengatakan akan berupaya memperbaikinya.
“setiap saat kita berupaya melakukan perbaikan, prinsipnya agar tidak menganggu warga” paparnya.
Untuk mengurangi pencemaran, pengelola hotel telah menghimbau kepada para customernya untuk tidak menggunakan handuk berlebihan.
“Di kamar customer kita informasikan supaya tdiak sering menggunakan handuk. Agar tdiak banyak limbha yang dihasilkan dari laundry” tambahnya.
Ia mengakui, selama in Hotel oval menggunakan proses pengolahan limbah manual. Ke depan, pihaknya merencanakan akan menggunakan meskin pengolahan limbah yang lebih modern.
“Pengolahan masih manual. Tapi kita sudah programkan untuk menggunakan filter yang lebih bagus” katanya.
Namun demikian, ia berdalih limbah yang dikeluarkan hotel oval masih relative kecil, karena jumlah kamar hotel lebih sedikit dibanding hotel lainnnya.
“jumlah kamar hotel kita 176 unit, tidak sebanyak hotel lain. Untuk itu limbah air yang dibuang tidak begitu banyak.” Kata manager maintenance.
Untuk mengetahui sejauh mana kondisi IPAl hotel oval apakah sesuai dengan aturan yang berlaku, Komisi A merekancakan akan menggelar hearing, Senin (28/1/2013). Dalam dengar pendapat terkait pencemaran lingkungan yang dilakukan Hotel yang terletak di jalan Diponegoro itu akan melibatkan badan Lingkungan Hidup (BLH), serta SKPD lainnya. (K-4/adv)