Pakde Karwo Dukung Hasil Kongres PGRI

Tidak ada komentar 247 views

Surabaya, (DOC) – Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo mendukung hasil Kongres XXI Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Beberapa keputusan yang dihasilkan dari Kongres tersebut diantaranya, pengelolaan guru diambil alih Pemerintah Pusat, dan penyelesaian sertifikasi guru.
Dukungan ini dinyatakan Pakde Karwo, sapaan lekat Gubernur Jatim saat Sosialisasi Hasil Kongres XXI PGRI Kongres Guru Indonesia Tahun 2013 di Gedung Islamic Center Surabaya, Minggu (21/7/2013).
Pakde Karwo mengatakan, pihaknya siap mendukung tuntutan para guru agar pengelolaan guru kembali diambil alih oleh Pemerintah Pusat. Tujuannya agar pengadaan, rekruitmen dan pendistribusian guru dapat merata ke seluruh Indonesia, dan meminimalisir berbagai persoalan yang saat ini kerap dialami guru.
Diantaranya, persoalan kesejahteraan (khususnya guru non-PNS), perlindungan dan jaminan hidup guru pada hari tua, keterlambatan pembayaran tunjangan profesi, pembinaan peningkatan profesionalisme guru yang kurang tertata dengan rapi, dan anggaran pendidikan yang tidak memenuhi amanat UU.
“Saya mendukung sepenuhnya keputusan Kongres XXI PGRI tentang pengelolaan guru dilakukan pusat, bahkan Pemprov pun siap mengelola guru se-Jatim jika Pemerintah Pusat melimpahkannya pada kami” katanya.
Selain itu, Pakde Karwo juga mendukung penyelesaian sertifikasi guru dan dosen dalam jabatan periode 30 Desember 2005 dan selesai tahun 2015. Disampaikannya, para guru sangat menantikan sertifikasi tersebut. Oleh sebab itu, ia telah menulis surat kepada Pemerintah Pusat terkait sertifikasi tersebut.
Tak hanya itu, Pakde Karwo juga telah menuliskan surat kepada Pemerintah Pusat untuk memperjuangkan nasib para guru dan dosen yang tidak bisa naik pangkat karena mereka telah lulus pendidikan Doktor (S3)/Pasca Sarjana (S2), namun pendidikannya tersebut tidak linear dengan pendidikan Sarjana (S1)/S2-nya.
Guna memperjuangkan hasil Kongres dan nasib para guru dan dosen, Pakde Karwo siap memfasilitasi dan memberangkatkan perwakilan PGRI untuk menemui pemerintah pusat. “Silahkan anda rapat dan rumuskan berbagai persoalan yang ingin dibawa ke pusat. Kami siap memberikan fasilitas dan akomodasi. Hidup PGRI..!!” imbuhnya.
Dukungan Pakde Karwo tersebut menjadi jawaban atas pernyataan yang disampaikan Ketua PGRI Jatim, Ichwan Suwadi. Dalam kesempatan itu, Ichwan mengatakan bahwa pengelolaan guru sudah saatnya kembali ditangani oleh pemerintah pusat.
“Kebijakan pengelolaan guru antar kabupatan/kota tidak sama. Sehingga nasib dan kesejahteraan guru tidak merata. Bahkan ada yang belum mendapat tunjangan profesi. Kami harap Gubernur dapat membantu nasib kami” ujarnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, Kongres PGRI ke- XXI dilaksanakan pada 1-5 Juli 2013 di Istora Senayan Jakarta. Diikuti 8.000 peserta, Jatim 292 peserta dan peninjau. Tujuan sosialisasi adalah seluruh Jajaran PGRI di Jatim dapat memahami dan mengerti hasil kongres yang merupakan acuan dalam mengemban tugas organisasi.
Hadir dalam kesempatan itu, ketua cabang PGRI kecamatan, dewan kehormatan guru indonesia, lembaga konsultasi dan badan hukum tingkat kabupaten/kota dan provinsi. (hms/r4)