Madin Penting Untuk Bangun Karakter Bagsa

Tidak ada komentar 134 views

Surabaya, (DOC) – Pendidikan berbasis Agama yakni Madrazah Diniah ( Madin) atau sejenisnya di Jawa Timur sangat penting dan perlu serta dibutuhkan untuk membangun moralitas anak muda serta membangun karakter bangsa.
Pernyataan itu disampaikan Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo yang lekat disapa Pakde Karwo, saat memberikan Kuliah Umum Program Kliah Guru Madrazah Diniyah Provisi Jawa Timur Tahun 2013 di Gedung Islamic Centre, Jl Dukuh Kupang Surabaya, Minggu (4/8).
Dikatakan, dengan pendidikan berbasis agama maka anak- anak muda yang nanti nya menjadi generasi penerus bangsa ini akan memiliki landasan kuat dalam bertindak guna mempertahankan NKRI. Mengapa begitu, sebab selama ini system pendidikan yang ada di Indonesia tidak seberapa mengulas betapa pentingnya masalah agama. Padahal, sebenarnya agama adalah menjadi modal dasar bagi semua orang untuk bias melangkah dan bertindak yang lebih baik sesuai denga aturan dan sariah yang sebenarnya. Maksudnya, dengan landasan agama maka akan terjadi peningkatan kualitas pribadi yang lebih baik dan santun serta berakhlak mulia. Karena, dengan berakhlak mulia maka orang- orang atau masyarakat tidak mudah terserang penyakit stress. Sebab kepercayaan didirnya kuat.
Apalagi di tengah Era Globalisasi seperti sekarang ini, kata Pakde, yang dibutuhkan oleh orang adalah kekuatan dan kejernian serta kecerdasan dalam berfikir.Karena dengan kejerniah dalam berfikir maka hasil atau input yang diperolehpun jauh akan lebih baik bila dibandingkan dengan cara acak. Sebab, peradaban itu sangat penting dan dibutuhkan sebagai pondasi dasar yang kuat dalam membangun bangsa atau Negara serta wilayah.
Sebab, tambahnya, bila pembangunan tidak dilandasi dengan agama pasti yang terjadi adalah amburadul dan tumpang tindih karena terjadi kopetensi yang tidak sehat. “Untuk itulah, pendidikan agama menjadi penting di Jatim sebab Jawa Timur ingin menjadi referensi bagi pendidikan Islam di Indonesia,” jelas Pakde Karwo.
Selanjutnya Pakde Karwo menambahkan, hasil survey menunjukkan, sekarang ini dimana- mana telah terjadi degradasi moral bagi kawula muda. Kalau hal ini terus dibiarkan, maka sangat berbahaya, kenapa Karena, NKRI yang telah direbut oleh pebdahulu kita dulu bias- bias tidak ter-urus lagi oleh generasi yag akan datang. Oleh karena itu, sekarang ini pemerintah provinsi Jawa Timur langsung turun tangan dengan memberikan bantuan dana untuk mendidik guru- guru madin agar kualitas mereka bias jauh lebih baik sebagai sarana peningkatan mutu pendidikan madrazah diniah di Jawa Timur.
“ Dan Jawa Timur adalah satu- satunya provinsi yang perhatian dan yang sangat memperhatikan pendidikan yang berbasis Islam atau agama di Indonesia. Sebaba, masalah degradasi oral hanya bias diselesaikan atau diatasi dengan pendidikan yang systemnya menggunakan dasar agama,” tegasnya.
Selanjutnya Gubernur mengatakan, sampai sekarang ini jumlah siswa Madin di Jatim ada sekitar 646.749 siswa, sedangkan di Indonesia jumlah siswa madin ada sekitar 3.557.713 siswa. Dan jumlah guru madinnya ada sebanyak 68.854 pendidik di Indonesia, sementara di Jatim jumlah jumlah pendidik Madin/ guru madin ada sektar 2.096 guru atau sekitr 25 persen dari jumlah keseluruhan guru madin di Indoesia.
Sebelum mengakhiri kuliah ummnya Pakde Karwo, mengingatkan pada semua guru madin yang sedang mengikuti kuliah umum, bahwa guru adalah konsep dari keberhasilan pendidikan di Indonesia pada umumnya dan jawa Timur khususnya. Oleh karena itu, cara yang paling baik agar guru bias berhasil dalam menerapkan metode mengajar, maka guru harus engabil sikap yaitu guru harus mengajak murid bicara dalam menyelesaiakan semua masalah yang berkaitan dengan pendidikan. “ Ajaklah bicara murid- murid untuk menyelesaikan masalah yang ada atau ditemui di sekolah. Dengan begitu, murid akan tahu apa yang seharusnya mereka lakukan dan perbuat, begitu sebaliknya gurupun akan tahu apa dan bagaimana system pendidikan yang diinginkan oleh anak didiknya,” ujar Pakde Karwo.
Karena metode ini, katanya, adalah konsep yang bagus dan sangat pas digunakan dan diterapkan di Negara berkembang seperti di Jatim yaitu dengan enggunakan konsep atas nama keadilan. Sekitar 1.500 guru madin dan calon guru madin yang mengikuti kuliah umum serentak bertepuk tangan tanda setuju dengan metode yang disampaikan Pakde Karwo Gubernur Jawa Timur ini. (hms/r4)