Pakde Karwo Minta Bupati Magetan Terpilih Fokus Sektor Pertanian

Magetan, (DOC) – Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo meminta pasangan Bupati dan Wakil Bupati Magetan terpilih Drs. H. Sumantri MM – Samsi (SMS) agar fokus dan lebih memperhatikan sektor pertanian karena menyumbang terhadap PDRB sebesar 29,61 persen.
Hal tersebut ditegaskan saat memberikan arahan seusai melantik Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Magetan masa jabatan tahun 2013-2018 di Gedung DPRD Kabupaten Magetan Selasa (23/7/2013).
Dalam paparannya, sektor pertanian menempati urutan pertama dan memberikan kontribusi terbesar bagi PDRB Kab. Magetan. Hal ini didukung oleh komoditi pertanian diantaranya padi, jagung, kedelai, kacang tanah, ubi, kayu, kentang, bawang merah dan ubi jalar. “Magetan merupakan salah satu lumbung pangan di Jatim, sehingga setiap tahun dapat dipastikan terjadi surplus beras hingga puluhan ribu ton. Surplus tersebut dikirim oleh pedagang ke luar Magetan seperti Pulau Madura, Kalimantan dan Nusa Tenggara,” ujar Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim ini.
Menurutnya, sektor pertanian di Kab. Magetan jangan hanya menggarap bibit dan saprodi saja, melainkan pasca panen harus lebih diperhatikan. Banyak perusahaan Usaha Kecil Mikro Menengah (UMKM) yang ada di Kab. Magetan yang bisa membantu petani dan pemerintah dalam memberikan nilai tambah terhadap hasil olahan disektor pertanian. “Pengemasan kripik buah atau sayuran serta pengolahan tempe bisa memberikan nilai tambah yang bertujuan untuk mensejahterakan petani,” imbuhnya.
Selain itu, dari total penduduk yang bekerja terdapat sekitar 338.865 orang, 42,63 persen diantaranya didominasi oleh angkatan kerja di sektor pertanian. Saat ini sekitar 50 persen petani Magetan sudah menggunakan benih Padi unggul bersertifikat. Disamping itu pemerintah daerah telah memaksimalkan fungsi UPTD sebagai penghasil benih bermutu dan bersertifikat yang harganya dapat dijangkau oleh petani.
Sementara itu, Perdagangan, Hotel dan Restoran (PHR) memberikan kontribusi terbesar kedua bagi PDRB Kab. Magetan. Sektor ini di dominasi seperti industri makanan, minuman dan tembakau, barang dari semen dan bahan galian bukan logam, industri tekstil, kulit dan alas kaki, perdagangan besar dan eceran. Sedangkan keberadaan hotel dan restoran saat ini memiliki pertumbuhan yang pesar sebagai pendukung beragam obyek wisata yang dimiliki Kab. Magetan.
Pakde Karwo mejelaskan, pembangunan Kab Magetan diarahkan kepada empat sasaran pokok yakni pendekatan manusia (Peolple Centre), pendekatan berkemampuan (Empowering), pendekatan partisipasi (Partisipatif) dan pendekatan berkelanjutan (Sustainable). Pendekatan manusia (People Centre) dimaknai dengan Ngewongne Uwong atau mengorangkan orang sehingga pendekatan kemanusiaan menempatkan manusia menjadi bagian dari konsep pembangunan.
Pendekatan berkemampuan (Empowering) mendorong manusia untuk berdaya saing yang tinggi. Lebih lanjut disampaikan, untuk pendekatan partisipatif yakni dimaknai bahwa masyarakat harus diajak untuk merumuskan kebijakan sehingga diperlukan pendekatan berkelanjutan (Sustainable) dalam melaksanakan semua kebijakan untuk mensejahterakan masyarakat.
Potensi unggulan daerah yang dapat dijadikan komoditi dalam peningkatan ekonomi seperti industri genteng, batik tulis, gamelan, anyaman bambu, kerajinan kulit, penyamaan kulit, sayur mayur hingga sapi potong. Untuk potensi pariwisata, Kab. Magetan memiliki Telaga Pasir, Air Terjun Tirtosari, Telaga Wahyu dan Puncak Lawang.
Di bidang kemiskinan Kab. Magetan, dari data tahun 2010 sebesar 12.95 persen turun menjadi 12.01 pada tahun 2011. “Ini lebih rendah dibandingkan dengan penurunan angka kemiskinan di Jatim pada tahun 2011 sebesar 14,23 persen sedangkan tahun 2012 sebesar turun 13,08 persen. “Oleh karena itu, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi atas kepemimpinan Bupati dan Wabup Magetan yang telah peduli terhadap masyarakat miskin,” jelasnya.
Dihadapan anggota DPRD, Bupati dan Forpimda Kab. Magetan, Pakde Karwo mengharapkan, harmonisasi pasca pemilihan kepala daerah harus lebih diperbaiki dengan senantiasa membuka komunikasi secara baik dengan silaturahmi dengan forum koordinasi pimpinan daerah, organisasi masyarakat, tokoh agama dan tokoh masyarakat, partai politik serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).
Selain itu Pakde Karwo menekankan agar Bupati dan Wakil Bupati Magetan terpilih segera menyusun RPJMD Kabupaten Magetan 2013 – 2018 sesuai dengan janji pada saat kampanye kepada masyarakat selambat -lambatnya tiga bulan.
Harapan lainnya, agar Bupati terpilih agar segera berkoordinasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Magetan dalam penetapan data untuk melihat indikator yang dimulai dari “TITIK NOL” yang menjadi acuan atau starting point dari kinerja Bupati khususnya dalam hal peningkatan pertumbuhan ekonomi, pengurangan kemiskinan, mengurangi Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), peningkatan Indeks Pengangguran Manusia (IPM) serta mengurangi angka disparitas antar wilayah.
“Tidak bisa membangun jika suasana tidak aman dan nyaman. Koordinasi Tokoh Agama dan Tokoh masyarakat komunikasinya mutlak harus dibangun dengan baik. Aman dan nyaman menjadi dasar. Ukuran kita menjadi berhasil yakni suasana dengan menjaga gotong royong dan memperkuat rasa persaudaraan diantara seluruh elemen sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat sesuai dengan konsep dari “Strategi Segitiga Besi”,” pungkasnya. (hms/r4)