Pangarmatim Ikuti Arahan Panglima TNI di Malang Soal Pilkada Serentak

Sumber foto Dispenarmatim

Malang,(DOC) – Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Didik Setiyono, S.E.,M.M., didampingi Ketua Daerah Jalasenastri Armatim (KDJAT) Ny. Retno Didik Setiyono menghadiri pengarahan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., bertempat di Makodivif 2 Kostrad, Singosari, Malang. Selasa(30/1/2018).

Kedatangan Panglima TNI didampingi Para Petinggi TNI disambut langsung oleh Pangarmatim beserta Para Pangkotama TNI wilayah Jatim di Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, merupakan salah satu rangkaian kegiatan kunjungan kerja Marsekal Hadi di beberapa satuan TNI wilayah Indonesia.

Panglima TNI dalam pengarahannya menyampaikan kegiatan yang diselenggarakan ini merupakan bagian dari pembinaan organisasi dan personel, yang bertujuan untuk lebih meningkatkan komunikasi antara pimpinan TNI, dengan para personel yang bertugas  di lapangan guna meningkatkan kapasitas dan kualitas kerja.

Sebagai gambaran umum, Panglima TNI juga mengatakan bahwa lingkungan strategis global masih diwarnai berbagai dinamika yang sulit diantisipasi dampaknya, salah satu diantaranya adalah lahirnya tatanan dunia baru yang bersifat uni-multipolar yang menyebabkan persaingan global menjadi semakin dinamis.

“Tantangan lainnya yang tak kalah penting adalah lahirnya era baru yang dinamakan Era Revolusi Industri 4.0 atau Era Disrupsi, dalam era ini munculnya berbagai terobosan atau inovasi yang terjadi memiliki dampak sistemik yang menggantikan tatanan lama dengan tatanan baru yang tidak dapat diprediksi dampak serta akibatnya”, ujar Marsekal Hadi.

Lanjutnya, hal ini menunjukkan bahwa setiap kemajuan, kendati awalnya bertujuan positif, namun selalu akan membawa paradoksnya berupa sisi negatif, untuk kondisi-kondisi tertentu, sisi negatif tersebut dapat berubah menjadi ancaman. Pada kesempatan ini, maka hal-hal kekinian yang berpotensi sebagai ancaman diantaranya, ancaman siber, ancaman biologis dan ancaman kesenjangan.

Tahun 2018 memiliki tantangan tersendiri bagi TNI, yang dimanifestasikan dalam bentuk Pilkada serentak di 171 wilayah seluruh Indonesia dan kegiatan tahapan pemilu 2019, kegiatan politik tersebut tentunya akan diwarnai dengan pengerahan massa dan kampanye, maka bukan tidak mungkin ancaman cyber akan muncul ke permukaan dalam bentuk hoaks dan kampanye hitam, serta aksi mobilisasi massa.

Tugas TNI dalam pilkada serentak 2018 maupun tahapan pemilu 2019 adalah menjamin kelancaran dan keamanannya serta perlu diingat keterlibatan TNI adalah dalam konteks perbantuan, oleh karenanya utamakan koordinasi dan sinkronisasi dengan instansi terkait lainnya, hal yang kalah pentingnya adalah netralitas TNI merupakan harga mati, karena TNI sebagai prajurit profesional tidak berpolitik praktis dan politik TNI adalah politik negara.

Sebelum mengakhiri arahannya, Panglima TNI memerintahkan kepada para Perwira agar mampu mengendalikan anggotanya, untuk tidak melakukan tindakan yang tidak terpuji atau menyakiti hati rakyat hal yang di maksud diantaranya seprti penyalah gunaan narkoba, asusila, tindak kekerasan terhadap masyarakat, backing dan lain-lain, yang merusak citra positif TNI di masyarakat.

Turut hadir dalam acara tersebut, diantaranya Kasad Jenderal TNI Mulyono, Pangkostrad, Para Asisten Panglima TNI, Pangdam V Brawijaya, Pangdivif 2 Kostrad, Danguspurlatim, Danguskamlatim, Komandan Lantamal V,Para Asisten Pangarmatim, Pater Sahli Pangarmatim, Para Komandan Satuan dan Para Kasatker jajaran Koarmatim, serta pejabat TNI lainnya.(r7)