Pangdam Sambut Kepulangan Prajurit 516/CY Dari Maluku

Surabaya (DOC) – Sebanyak 488 prajurit dari  Batalyon 516/CarakaYudha (CY)  yang  merupakan batalyon infanteri yang berada dibawah komando Korem 084 Kodam V/Brawijaya,  Senin (29/10) kembali ke home base  dengan selamat. Kedatangan prajurit ini dengan menggunakan fasilitas kapal laut milik TNI AL,  KRI Banda Aceh 593 yang bersandar di Dermaga Ujung Armatim Surabaya, setelah selesai melaksanakan penugasan di daerah rawan Maluku dan Maluku Utara sejak Maret 2012.

Dalam upacara penjemputan prajurit Yonif 516/CY yang terkenal dengan Branjangan ini disambut dengan tradisi upacara dan bertindak selaku Irup Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Murdjito dengan Komandan Upacara Danyonif 516/Caraka Yudha Letkol Inf Eko Haryanto yang diikuti oleh seluruh prajurit Yonif 516 tanpa terkecuali.

Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Murdjito dalam sambutannya menyampaikan dengan berakhirnya penugasan berarti telah ikut mengambil bagian dalam mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),  khususnya daerah rawan Maluku dan Maluku Utara.

“Jadikan pengalaman tugas sebagai guru yang terbaik dalam peningkatan kemampuan sehingga dalam pelaksanaan tugas-tugas mendatang akan lebih baik dan lebih berhasil baik secara perorangan maupun satuan. Manfaatkan waktu konsolidasi yang ada baik secara personil maupun materiil dengan langkah-langkah administrasi sesuai ketentuan dan setelah itu siapkan lagi fisik dan mental untuk menghadapi tugas-tugas selanjutnya,” terangnya.

Orang nomor satu di Kodam V/Brawijaya ini berpesan kepada seluruh prajurit 516/CY ini agar menjadi prajurit yang kehadirannya selalu didambakan oleh masyarakat karena senantiasa bisa memberikan rasa aman, berperilaku santun, serta selalu menegakkan disiplin dan mematuhi setiap rambu serta aturan yang berlaku, sehingga dapat menjadi contoh tauladan di tengah-tengah kehidupan masyarakat.

Tak lupa, Pangdam juga berpesan agar selalu meningkatkan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa, segera beradaptasi dengan suasana dan lingkungan di home base dengan memperhatikan kerukunan dan keharmonisan keluarga yang selama ini ditinggalkan. “Rawat dan pelihara alat perlengkapan satuan maupun perorangan yang telah digunakan serta laksanakan kegiatan evaluasi terhadap kelemahan dan kekurangan dalam pelaksanaan tugas yang baru lalu untuk kesempurnaan tugas yang akan datang,” tandasnya. (R-12/R-6))