Panglima Tekankan Netralitas TNI di Pemilu 2014

Tidak ada komentar 163 views

Jakarta, (DOC) – Panglima TNI Jenderal TNI Dr Moeldoko didampingi Kasal Laksamana TNI Dr. Marsetio, Wakasad Letjen TNI M. Munir, Wakasau Marsdya TNI Sunaryo dan Kapuspen TNI Mayjen TNI M. Fuad Basya serta seluruh Pangkotama di jajaran TNI melaksanakan coffee morning dengan insan pers, baik media cetak, elektronik dan online, di Ruang Hening Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Jum’at (4/4/2014).
Coffee morning merupakan kegiatan yang positif dan memberikan kesempatan bagi TNI dan insan pers untuk saling bertukar informasi guna meningkatkan hubungan kerjasama TNI dan pers yang selama ini sudah terjalin dengan baik.
Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI dalam sambutannya didepan insan pers menekankan kembali masalah Netralitas TNI dan pengamanan pada Pemilu 2014. Kepada seluruh insan pers dan masyarakat Indonesia, Panglima TNI menekankan kembali untuk tidak pesimis dan tidak curiga. “Percayalah TNI akan mengemban tugas itu dengan sebaik-baiknya, tentara sekarang ini justru keneteralannya lahir dari hati sanubarinya”, tegas Panglima TNI.
Lebih lanjut Jenderal TNI Moeldoko mengatakan, memasuki era demokrasi saat ini tidak bisa lagi dimain-mainkan dan tidak bisa lagi dikelabui serta tidak bisa lagi ditutup-tutupi. Semuanya berjalan seperti yang diharapkan, sehingga bagian dari situasi itu telah mempengaruhi jiwa prajurit untuk netral. “Semua harus optimis bahwa netralitas TNI akan memberikan kontribusi yang positif”, tambahnya.
Terkait pengamanan Pemilu 2014, Panglima TNI menyampaikan bahwa TNI akan ikut serta mengamankan pelaksanaan Pemilu dan sebanyak 30 ribu personel TNI telah disiagakan. “TNI baru akan bergerak, jika diminta oleh pihak kepolisian”, ujarnya.
Diakhir sambutannya, Panglima TNI memberikan ruang diskusi dan pertanyaan kepada media yang hadir antara lain mengenai perkembangan situasi terakhir saat ini menjelang Pemilu yang berkaitan dengan kondisi ketertiban dan keamanan di Indonesia utamanya pengamanan wilayah rawan konflik seperti Aceh, Maluku dan Papua. (puspen/r4)