Panjat Genteng Tetangga, Dua Pria Ini Diringkus Polisi

Surabaya, (DOC) – Ahmad Arifin alias Ipin, 33, warga Kebon Dalem Surabaya, dan Mahbub, 25, asal Banyumas, Sampang, Madura diringkus polisi setelah membobol rumah dan mencuri satu unit motor milik tetangganya.

Menurut informasi yang dihimpun DOC, kedua pelaku ini menyasar rumah tetangganya sendiri di Jalan Kebon Dalem III. Setelah menyatroni rumah, pelaku membawa satu unit sepeda motor.

“Sebelum mencuri sepeda motor, mereka mencuri kunci dan BPKBnya terlebih dahulu. Caranya dengan memanjat dan naik ke atas genteng rumah,” ungkap  Kassubaghumas Polrestabes Surabaya Kompol Lily Djafar kepada wartawan di Mapolrestabes, Jalan Sikatan, Surabaya, Senin (12/2).

Ceritanya, Mahbub yang bertugas memanjat ke atas genteng rumah korban. Sejurus kemudian, kakinya sudah menjejak di balkon lantai 2. Kebetulan pintu rumah di lantai 2 itu tidak terkunci.

Alhasil, Mahbub dengan leluasa mengobok-obok isi rumah. Tersangka kemudian turun ke lantai dasar. Dia menggasak tiga buah BPKB, sebuah STNK, satu kunci motor dan sebuah handphone.

Mahbub juga sempat masuk ke satu kamar. Di sana, terdapat sebuah lemari dan Mahbub mencuri sebuah kartu ATM. “Setelah berhasil mencuri barang-barang itu, pelaku kembali lagi ke lantai 2. Dia melarikan diri lewat tempat yang sama saat masuk ke dalam rumah itu,” imbuh Lily.

Usai mendapatkan barang-barang curian, Mahbub pun mengajak serta Ipin.
Berbekal kunci yang sudah diembat Mahbub, Ipin kemudian meluncur ke lokasi motor kemudian menggasak motor Honda CBR bernopol L 2291 SV.

Setelah beraksi, pelaku langsung berupaya menjual barang curiannya. “Mereka sempat menjual handphone curian ke orang yang tidak mereka kenal di tengah jalan. Tapi mereka kebingungan saat jual motornya,” Lily.

Kedua tersangka kesulitan mencari pembeli motor curian. Setelah kehabisan akal, pelaku memarkir motor hasil curian di lokasi parkir RSUD dr. Soetomo. Dari barang bukti itulah, polisi bisa mengendus jejak tersangka.

Berdasar hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi mendapati fakta bahwa kedua pelaku naik lewat genteng. Artinya, kemungkinan pelaku yang mempunyai akses lewat genteng tinggal tidak jauh dari sana.

Polisi kemudian segera mendapat informasi soal motor yang diparkir di rumah sakit dan serupa dengan ciri motor korban yang hilang.

Terpisah, Mahbub mengaku melakukan kejahatan itu karena butuh ongkos untuk bertemu orang tuanya di Jakarta. “Saya kangen ibu saya tapi tak punya ongkos,” aku pria pengangguran ini. (Nps)