Panlih Belum Terima Berkas Calon Wawali

Tidak ada komentar 128 views

Surabaya, (DOC) – Dua kandidat wakil wali kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana dan Syaifudin Zuhri sudah menyerahkan berkas pencalonan ke Sekretaris DPRD M Afghani Wardhana, Selasa (24/9/2013) lalu. Kendati demikian, hingga kemarin berkas tersebut belum diterima panitia pemilihan pemilihan (panlih) wawali.
Ketua panlih wawali DPRD Surabaya Eddie Budi Prabowo mengatakan, pihaknya masih menunggu penyerahan lanjut berkas yang sebelumnya diterima sekretaris dewan. “Berkas masih belum kami terima. Informasinya berkas sudah diserahkan sekwan ke ketua dewan (Moch Machmud), dan belum turun ke panlih,” kata ketua panlih wawali Eddie Budi Prabowo, kemarin.
Kendati demikian, politisi yang akrab dipanggil Eddie Embun ini tak menyoal tak kunjung diserahkannya berkas tersebut. Pasalnya, panlih wawali memiliki masa kerja tak terbatas.
“Pada aturan tata tertib yang ada, menyebutkan bahwa masa kerja panlih berlaku hingga wawali terpilih. Saya lebih senang masa kerja panlih ini tanpa batas waktu agar kami bisa teliti, melakukan proses pemilihan wawali sesuai tatib yang ada, supaya tidak muncul masalah dikemudian hari,” sambungnya.
Selama menunggu turunnya berkas untuk diverifikasi, kata Eddie Budi, panlih yang dipimpinnya juga mematangkan pembahasan kewajiban tes urine bagi kandidat cawawali. Tes urine akan diwajibkan dalam item pemeriksaan kesehatan.
“Bicara siapa atau instansi mana yang berhak melakukan tes urine, ini yang belum ditetapkan. Apakah rumah sakit pemerintah setingkat DPRD Surabaya, dalam hal ini RSUD dr Mohammad Soewandhie atau rumah sakit setingkat di atasnya, yakni RSU dr Soetomo Surabaya,” imbuh ketua Ikatan Alumni SMA Negeri 2 Surabaya (Ikasmada) ini.
Panlih ingin kinerjanya dalam menyiapkan proses pemilihan wawali bisa benar-benar sesuai aturan, sesuai harapan masyarakat. “Pada tatibsebatas menyebutkan cawawali wajib menyerahkan surat keterangan sehat. Yang mengeluarkan ini siapa? Ini yang belum diatur pasti. Apakah dokter di rumah sakit pemerintah, atau dokter di rumah sakit swasta, dan atau dokter yang buka praktek pribadi. Ini harus jelas dulu,” bebernya.
Meski demikian, imbuh Eddie Budi, pihaknya ingin pihak dokter dari RSU dr Soetomo yang memeriksa kesehatan, termasuk tes urine. “Kalau yang memeriksa pihak rumah sakit yang selevel dengan DPRD Surabaya, dalam hal ini RSUD dr Soewandhie, kekhawatiran saya aka nada ewuh pakewuh dan tidak independen,” paparnya.
Soal instansi kepolisian yang berhak mengeluarkan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK/surat keterangan kelakuan baik), Eddie Budi menegaskan ini menjadi hak instansi kepolisian yang selevel, dalam hal ini Polrestabes Surabaya.
“Polrestabes yang mengetahui pasti, karena dua calon wawali adalah warga Surabaya. Kalau SKCK yang mengeluarkan Polda Jatim, justru kami meragukan karena Polda tak tahu pasti catatan kelakuan seseorang. Yang lebih tahu polrestabes,” papar Eddie yang dibenarkan.
Anggota panlih wawali Junaedi menambahkan, pihaknya menyiapkan tahapan penetapan wawali selengkap mungkin. “Selama berkas pencalonan belum diserahkan pimpinan dewan ke panlih, kami justru senang karena bisa mempersiapkan tahapan pemilihan secara detail. Kotak surat suara setelah coblosan pemilihan sudah ada. Bilik suara juga sudah ada. Tinggal persiapan lainnya,” kata Junaedi.
Sementara itu, ketua DPRD Surabaya Moch Machmud mengatakan, berkas pencalonan sudah diperiksa dan ditandatangani per kemarin. “Berkas di saya tak sampai menginap. Tak sampai lima menit sudah saya tandatangani. Sebenarnya berkas pencalonan hari ini bisa langsung saya serahkan ke panlih. Cuma prosedurnya tidak seperti itu,” kata Machmud, kemarin.
Berkas terlebih dulu diserahkan ke sekwan lagi untuk pemberkasan. Diprediksi hari ini berkas baru turun dari sekwan ke panlih wawali. (n2/r4)