Panlih Tolak Gelar Pemilihan Wawali 6 November

Tidak ada komentar 179 views

Surabaya,(DOC) – Pelaksanaan Pemilihan Wakil Walikota kota Surabaya terus menjadi perdebatan antara anggota panitia pemilihan(Panlih) dan keputusan Badan Musyawarah(Banmus) DPRD Surabaya.
Hasil rapat Banmus, Rabu(30/10/2013) lusa kemarin, pemilihan akan digelar pada 6 Nopember 2013, namun anggota Panlih belum memastikan kesiapannya.
Sekretaris Panlih Sudirdjo dengan tegas menolak Pemilihan Wawali digelar tanggal 6 November 2013. “Tanggal 6 November kan kemauan pimpinan dewan. Sementara target Panlih maksimal tanggal 15. Ya kalo ketua dewan yang meminta, biar dikerjakan ketua sendiri,” tegasnya, Jumat (1/11/2013).
Hal senada juga disampaikan oleh Eddy Budi Prabowo, Ketua Panlih Pemilihan Wawali. Menurut Wakil Ketua Komisi D DPRD Surabaya ini, Tanggal 6 November dianggap terlalu mepet untuk menggelar pemilihan Wakil Walikota Surabaya. “Kita belum siap, karena Selasa(5/11/2013) adalah hari libur, sementara Senin(4/11/2013) kerja tak mungkin bisa maksimal sehingga kalo tanggal 6 November, maka pelaksanaan pemilihan akan asal-asalan. Bukannya kita akan memilih pemimpin Surabaya, yang harus sempurna pelaksanaanya,” jelas Edi Embun panggilan akrab Eddy Budi Prabowo.
Ia menambahkan, waktu yang panjang untuk menyiapkan pelaksanaan pemilihan Wawali yaitu menyangkut persoalan teknis, seperti penyediaan kertas suara, bilik suara dan kotak suara. “Tidak mungkin hari libur kita cari logistik pemilihan, seperti bilik suara, kotak suara dan surat suara. Kotak suara saja nanti, kita harus pesan karena kita milih yang transparan, agar 50 anggota dewan terlihat memasukkan kertas suara didalam kotak suara,”terangnya.
Berbeda dengan pernyataan Adi Sutarwiyono anggota Panlih perwakilan Fraksi PDIP yang ditanya terpisah soal kesiapan Panlih untuk menggelar pemilihan Wawali kota Surabaya tanggal 6 November 2013. “Kalo menurut saya, persiapan pemilihan wawali hanya menyangkut soal logistik, Panlih tidak perlu repot, tinggal meminta tolong ke sekertaris dewan untuk menyediakan,”katanya.
Sementara rumor yang berkembang di internal DPRD Surabaya, terkait munculnya jadwal pelaksanaan pemilihan Wawali kota Surabaya yang dipercepat pada Rabu(6/11/2013) minggu depan, akibat adanya desakan dari anggota Fraksi PDIP.
Semula jadwal pemilihan yang dilaporkan Panlih ke Banmus adalah tanggal 15 November 2013. Namun setelah laporan selesai, pimpinan dewan mempercepat jadwal pelaksanaan pemilihan yaitu pada tanggal 6 November 2013. Keputusan pimpinan dewan ini soal jadwal pemilihan wawali yang maju 9 hari, juga tidak secara resmi disampaikan ke Panlih, tapi hanya diumumkan melalui ekspose media.
Dikabarkan desakan FPDIP untuk menggelar pemilihan Wawali pengganti Bambang DH secepatnya, karena dipicu oleh keresahan para kader PDIP Surabaya yang berencana melakukan aksi penjegalan proses pemilihan Wawalikota Surabaya. Para Kader dan simpatisan PDIP yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Surabaya, menolak Wisnu Sakti Buana Wakil Ketua DPRD Surabaya menjabat sebagai Wawali pengganti Bambang DH. Mereka menginginkan Walikota Tri Rismaharini memimpin kota Surabaya seorang diri tanpa Wakil.