Panlih Wawali Cuek, Wisnu Sakti Protes

Tidak ada komentar 66 views

Surabaya,(DOC) – Pernyataan tegas disampaikan salah satu calon Wakil Walikota (wawali) Surabaya, Whisnu Sakti Buana (WS) pasca melakukan general check up di RSUD dr Soewandhie. Politisi asal PDIP itu, mengaku heran dengan sikap panitia pemilihan (panlih) yang tidak ikut mendampingi saat tes kesehatan berlangsung.
Whisnu menyatakan, dalam bayangan dirinya ketika panlih memberikan rujukan kepada RSUD dr Soewandhie, panitia pemilihan akan ikut mendampingi secara langsung. Namun, hingga tes kesehatan tuntas tak satupun anggota penitia pemilihan yang datang.
“Saya menyesal, karena teman-teman panlih tidak ada yang mendampingi,” sesal WS, Kamis(10/10/2013) kemarin.
Menurut Whisnu Sakti, alasan dirinya bersama calon walikota lainya Syaifudin Zuhri bersedia mengikuti permintaan panlih, karena ia beranggapan tes kesehatan yang di RS dr Soetomo sebelumnya, kurang sah lantaran tidak disertai rujukan dan tidak ada pendampingan.
“Kalau tahu seperti ini dan tidak ada yang mendampingi, lalu apa bedanya dengan tesk kesehatan yang di RS dr Soetomo itu,” herannya.
Menanggapi kritik dari Whisnu Sakti Buana, sekretaris panitia pemilihan (panlih) Wakil Walikota (wawali) Surabaya, Sudirjo menyatakan tidak mempermasalahkan protes tersebut. Menurutnya, yang terpenting saat ini panlih sudah bertindak sesuai mekanisme.
Sudirjo menegaskan, sesuai saran yang diberikan Komisi pemilihan Umum (KPU) untuk pelaksanaan general check up memang harus melalui rekomendasi dari panitia pemilihan. Hal itu dibutuhkan agar pihak rumah sakit tahu peruntukan uji kesehatan yang akan dilakukan di rumah sakit yang dituju.
“Bedanya pasti ada mas, antara hasil tes yang telah dikirim dengan yang dilaksanakan kemarin,”ujar Sudirjo,Jumat(11/10/2013).
Menurut sudirjo, didamingi atau tidak semestinya calon Wakil Walikota tidak perlu mempermasalahkan. Sebab urgensi dari general check up kemarin, sejatinya untuk kepentingan mereka sendiri.
“Kalau mau protes sah-sah saja. Tapi, saya menilai itu bukan protes kok,” cetusnya.
Apalagi, dalam pertemuan yang digelar antara panlih dengan KPU serta pakar, juga tidak disebutakn keharusan panitia pemilihan mendampingi proses general check up. “Walaupan tidak didampingi menurut saya tidak masalah, yang penting surat pengantar sudah kita berikan kepada pihak rumah sakit,” tandas legislator asal partai amanat nasional ini.
Disinggug soal langkah panlih berikutnya pasca digelarnya general check up oleh calon Wawali, politisi yang dikenal vokal ini mengaku menunggu penyerahan hasil check up kemudian diverifikasi. Begitu juga untuk persyaratan yang lain, jika memang sudah tidak ada masalah maka akan segera dilaporkan kepada pimpinan DPRD.
“Nanti oleh oleh ketua dewan akan di bawah ke badan musyawarah (banmus) untuk dijadwalkan rapat paripurna untuk diagendakan pemilihan dalam paripurna. Saya pastikan paling lambat tanggal 15 Nopember sudah dilakukan pemilihan,” tandas anggota Komisi C itu.
Sementara itu, Ketua DPRD Surabaya, Mochammad Machmud mengaku hingga Jumat(11/10/2013) sore ini, pihaknya belum menerima hasil tes kesehatan para calon Wakil Walikota. “saya tidak tahu sola itu. sejauh ini, saya belum menerimanya,” kata Machmud.(k1/r7)