Panwas Kecewa Baliho Cagub Masih Terpasang

Tidak ada komentar 129 views

Surabaya,(DOC) – Panwas Kota Surabaya akan membersihkan seluruh alat peraga kampanye cagub- cawagub Jatim yang masih terpasang dalam masa tenang ini. Anggota panwas Surabaya, Sardiyoko, Senin (26/8/2013) mengaku kecewa dengan tim pemenangan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur, karena tidak membersihkan baliho sesuai janji mereka. “Saat berkoordinasi dengan KPU dan semua tim pemenangan pasangan calon, tim pasangan berjanji untuk membersihkan sendiri 25 agustus. Tapi ternyata tidak sesuai komitmen” ujarnya.

Panwas mengakui, meski telah memasuki masa tenang pemilihan Gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur, ternyata masih banyak baliho yang berdiri di sejumlah wilayah.
“Kami kaget kok masih banyak yang belum dibersihkan. Padahal, tujuan panwas memberikan kesempatan tim pemenangan membersihkan alat peraga, agar mereka bisa menyimpan sendiri.” tegasnya.

Sardiyoko menegaskan, nanti malam mulai Pk. 19.00 WIB tim gabungan yang terdiri dari, Panwas, KPU, Polrestabes dan Pemkot surabaya akan melakukan penertiban alat peraga kampanye di seluruh kawasan. Sebelum bergerak, tim gabungan berkumpul di Balai Kota Surabaya. “Kita akan sisir alat peraga kampanye cagub-cawagub, parpol dan caleg” papar mantan aktifis Walhi.

Ia mengatakan, pembersihan baliho caleg dilakukan, pasalnya sesuai aturan dan kesepakatan yang dilakukan 200 meter dari tempat pemungutan suara (TPS) tdiak diperbolehkan dipasang alat peraga kampanye. “Bendera parpol identik dengan pendukung pasangan calon” katanya.

Seusai pemilihan gubernur dan wakil gubernur, para caleg bisa mengambil kembali baliho mereka yang ditertibkan agar bisa digunakan kembali. Tim gabungan penertiban alata peraga terbagi dalam empat kelompok. Mereka akan bergerak melakukan penertiban di wilayah utara, tengah, selatan dan pusat kota. Untuk kawasan perkampungan, penertiban akan dilakukan oleh Panityia Pemilihan Lapangan (PPL) dibantu panwascam dan PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan).

Sardiyoko mengungkapkan, dalam pilgub Jatim kewenangan penertiban alat peraga berada di bawah KPU dan Pemkot surabaya. “Sesuai aturan dan peraturan KPU, dalam penertiban alat peraga pilgub panwas hanya memberikan rekomendasi” jelasnya.

Semenara, untuk megantisipasi terjadinya kasus money politic pihaknya akan siaga selama 24 jam. “Dalam bimbingan teknis ditekankan, panwascam dan PPL mulai 26 – 29 Agustus harus siaga tdiak boleh meninggalkan wilayahnya.” Terang Sardiyoko.

Jika terjadi praktek money politic, penyelesaian dilakukan melalui jalur hukum, karena menyangkut masalah pidana. “Itu sudah masuk kategori tindak pidana. Namun proses awal akan ditangani Gakumdu” katanya.

Gakumdu adalah sentra penanganan sengketa Pemilu yang berhubungan langsung dengan tindak pidana secara hukum. Beberapa elemen yang terlibat di dalamnya, Panwas, Kepolisian dan Kejaksaan. (k4/r7)