Panwaslu Tak Kabulkan Permintaan Coblos Ulang

Tidak ada komentar 159 views

Surabaya,(DOC) – Rekapitulasi hasil suara Pilpres 2014 yang digelar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya, Rabu (16/7/2014) dipenuhi dengan interupsi dari saksi pasangan Capres/Cawapres nomor satu Prabowo-Hatta. Pelaksanaanyapun juga sempat molor dari jadwal yang seharusnya digelar pukul 10.00, namun baru dimulai pukul 11.30.
“Kepada komisioner KPU, kami mempermasalahkan adanya kejanggalan soal surat edaran KPU Surabaya berupa Daftar Pemilih Khusus Tambahan (DKPTb),” ujar saksi pasangan Capres/Cawapres Nomor 1, Arief Indrianto saat rapat pleno Rekapitulasi suara Pilpres di KPU Surabaya.
Menurutnya, warga Surabaya harus mengetahui dan mendapatkan kejelasan dahulu terkait adanya pemilih ganda yang masuk dalam DKPTb. Dijelaskan Arif, adanya kejanggalan tersebut dalam Pilpres sangat mempengaruhi perolehan suara.
“Jika tidak ada perbaikan dan kejelasan maka akan mencederai demokrasi di Kota Surabaya. Ini yang tidak boleh terjadi, makanya KPU harus memberi penjelasan sebelum melanjutkan rekapitulasi suara Pilpres,” tuturnya.
Lebih lanjut Arief mengatakan jika terbukti terdapat pelanggaran, pihaknya mengusulkan adaya pencoblosan ulang terhadap sejumlah tempat pemungutan suara (TPS). Diketahui ada sekitar 136 Pemilih DKPTb di 136 TPS yang tersebar di 24 kecamatan. “Bila terbukti tentunya di 136 TPS itu harus diulang,” tegasnya.
Sementara itu, Protes yang dilayangkan oleh Saksi pasangan Capres Cawapres nomer urut 1 ini, nampaknya tidak mendapat respon dari Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Surabaya yang tidak merekomendasikan coblos ulang di 136 tempat pemungutan suara (TPS) yang terdapat Daftar Pemilih Khusus Tambahan (DKPTb).
Ketua Panwaslu Surabaya Wahyu Hariyadi, menandaskan bahwa Panwaslu telah melakukan penelitian atas temuan di lapangan dari kejanggalan pelaksanaan Pilpres 2014 yang digelar 9 Juli lalu.
“Temuan-temuan tersebut telah dimasukkan dalam rekomendasi Panwaslu kepada KPU Surabaya. Jadi, Panwaslu sudah menindaklanjuti temuan yang disampaikan oleh tim sukses Capres/Cawapres,” jelasnya.
Menurutnya dari hasil penelitian ditemukan 136 pemilih di 136 TPS yang tersebar di 24 Kecamatan yang direkomendasi untuk dilakukan penelitian oleh KPU Surabaya.
Dengan demikian KPU Surabaya bisa menindaklanjuti rekomendasi temuan Panwaslu tanpa mengganggu jalanya rekapitulasi hasil suara Pilpres.
“Jadi silahkan Rekapitulasi dilanjutkan, semua laporan temuan dari saksi yang disampaikan sudah ditindaklanjuti,” ungkapnya.
Saat ini, rekapitulasi hasil suara Pilpres KPU Surabaya sedang berlangsung. Untuk TPS yang terdapat DKPTb dilakukan buka kotak suara.(r7)