Para Prostitusi se-Kota Surabaya Turut Tolak Penutupan Dolly

Surabaya,(DOC) – Dukungan penolakan penutupan lokalisasi Dolly dan Jarak terus berdatangan. Kali ini dukungan datang dari para PSK bekas lokalisasi yang diklaim Pemerintah Kota Surabaya telah ditutup, yakni lokalisasi Sememi, Moroseneng, Tambak Asri serta Bangunsari.
Hal ini terlihat dari acara surat untuk Presiden yang digelar di Gang Dolly Surabaya, Kamis (05/06/2014).
Meski tidak mau menunjukkan diri secara terbuka, namun para PSK tersebut telah mendaftarkan diri mengikuti aksi kepada Front Pekerja Lokalisasi (FPL).
Juantoro Humas FPL mengatakan bahwa dalam aksi tersebut pihaknya mendapat pernyataan dukungan sekaligus keikutsertaan PSK di empat lokalisasi tersebut.
“Tidak hanya PSK Dolly dan Jarak saja, aksi kali ini juga diikuti oleh PSK dari Sememi,Moroseneng,Bangunsari serta Tambak Asri,” ujar Juantoro.

Lebih lanjut, Juantoro mengatakan bahwa para PSK di empat lokalisasi tersebut mengaku kecewa dan bingung dengan langkah penutupan oleh Pemerintah Kota Surabaya. Saat ini para PSK di empat lokalisasi tersebut tidak bisa mencari penghasilan untuk menghidupi keluarganya.
“Mereka ini putus asa mas, penutupan itu berdampak sangat besar bagi mereka terutama masalah kebutuhan hidup,” pungkas Juantoro.
Dengan munculnya dukungan dari PSK dari luar, gelombang penolakan penutupan lokalisasi Dolly dan Jarak tentu akan semakin kuat dan bukan tidak mungkin pula para PSK dari empat lokalisasi yang ditutup tersebut akan bergabung dan beroperasi di lokalisasi Dolly dan Jarak.(r7)