Parkir Liar Manyar Kertoarjo Bakal Ditertibkan

Tidak ada komentar 137 views

Surabaya, (DOC) – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya akan segera menertibkan parkir liar yang ada di Jalan Manyar Kertoarjo. Tindakan ini setelah puluhan restoran yang ada disana menggunakan badan jalan sebagai lahan parkir. Akibatnya, arus lalu lintas menjadi macet. Terlebih disaat bulan ramadhan, penggunaan badan jalan sebagai lahan parkir makin menjadi-jadi karena banyaknya pengunjung restoran.
Kepala Dishub Kota Eddi mengatakan, untuk menertibkan parkir liar yang sudah meresahkan masyarakat tersebut, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Pasalnya, untuk penertiban, khususnya untuk pelanggaran lalu lintas, merupakan kewenangan dari korps berbaju coklat tersebut. Nantinya, polisi dapat mengambil tindakan sangsi tilang lantaran menggunakan badan jalan sebagai lahan parkir. Apalagi disepanjang jalan tersebut sudah terpasang rambu-rambu dilarang parkir. “Sebelumnya kami sudah sering patroli dan melakukan penertiban. Untuk bulan ramadhan ini, kami akan berkoordinasi dengan kepolisian. Sebab yang menilang itu polisi bukan kami. Kalau saya sih, kalau bisa langsung diderek saja,” katanya.
Dia menegaskan, dari semua restoran yang ada jalan ini, hanya dua saja yang mengantongi izin mendirikan usaha (IMB) dan juga analisa dampak lalu lintas (amdalalin). Sehingga, yang lain bodong, alias membangun usaha tanpa ada izin dari Pemerintah Kota (Pemkot). Seharusnya, ketika mengubah suatu bangunan, dari yang awalnya berfungsi sebagai hunian dan berubah menjadi komersil, harus ada IMB. Jika IMB ini terkait bangunan komersil, maka didalamnya juga harus menyertakan amdalalin. “Saya kira, mereka (pengusaha restoran) harus mengurus terlebih dahulu perubahan peruntukkan bangunannya. Dari pemukiman ke komersil. Jangan asal langsung buka usaha saja. Apalagi lahan parkir minim. Ada restoran besar, tapi lahan parkirnya kecil. Sudah lahan parkir kecil malah digunakan untuk tempat menaruh ikan di akuarium,” terangnya.
Sementara itu, anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya, Irwanto Limantoro berharap agar pemilik restoran segera mengurus IMB dan juga amdalalin. Pihaknya saat ini memberi tenggat waktu selama satu bulan untuk mengurus segala macam persyaratan dalam membuka usaha kuliner tersebut. Jika izin tak segera diurus, pihaknya tak segan-segan mengambil tindakan. Dia menampik bahwa DPRD Kota Surabaya terkesan mencari-cari kesalahan pelaku usaha. Sebab, pada dasarnya keberadaan parkir liar yang ada di jalan ini sudah melanggar aturan dan meresahkan masyarakat. “Kami minta agar amdalalin diurus. Jika tidak, kami bersama dengan Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja) Kota Surabaya akan mengambil tindakan. Tindakan itu bisa berupa penyegelan bangunan,” terangnya. (ist/r4)