Parkir Restoran Manyar Perlu Amdal Lalin

Tidak ada komentar 298 views

Surabaya,(DOC) – Kalangan DPRD Kota Surabaya berbeda pendapat menyikapi persoalan parkir liar di restoran Jalan Manyar Kertoarjo. Komisi B DPRD Kota Surabaya menilai, keberadaan restoran yang ada di jalan tersebut tidak perlu Analisa Dampak Lingkungan Lalu Lintas (Amdal Lalin). Sedangkan Komisi A DPRD Kota Surabaya menegaskan perlu Amdal Lalin.
Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya, Rusli Yusuf mengatakan, restoran di jalan ini tidak perlu Amdal Lalin lantaran luas bangunan yang digunakan kurang dari 500 meter persegi. Padahal, sebuah bangunan komersil itu perlu Amdal Lalin ketika luasannya sekitar 3.000 meter persegi. Dari sisi peruntukkan bangunan juga tidak ada masalah. Pasalnya, di jalan tersebut sudah termasuk kawasan perdagangan. Sehingga, diperbolehkan mendirikan bangunan untuk kegiatan komersil.
“Memang tidak perlu Amdal Lalin. Tapi tidak lantas kami diam sebab keberadaan restoran ini menimbulkan kemacetan lalu lintas. Maka, kami ingin optimalkan parkir ini sebagai potensi pendapatan,” katanya.
Politisi asal Partai Demokrat menambahkan, untuk mengatasi masalah kemacetan lalu lintas di jalan tersebut, pihaknya meminta pada pengusaha restoran untuk membangun parkir dilantai bawah restorannya. Sedangkan untuk restorannya berada di lantai atas. Dengan begitu, lahan parkir akan lebih memadai. Sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas. Sebab, dengan dalih apapun, penggunaan badan jalan sebagai parkir itu dilarang.
“Makanya, harus ada upaya-upaya untuk merekayasa lalu lintas. Jalan tidak boleh jadi lahan parkir. Saya minta pemilik restoran untuk pikirkan soal parkir ini,” terangnya.
Sementara itu, anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya, M Anwar membenarkan bahwa, ketika luasan bangunan usaha itu kurang dari 500 meter persegi, tidak diperlukan Amdal Lalin. Tapi persoalannya, mayoritas bangunan di jalan ini digunakan untuk restoran dan semua parkir menggunakan badan jalan. Sehingga, jika diakumulasi, luas lahan yang digunakan sebagai restoran, ukurannya lebih dari 3.000 meter persegi.
“Karena parkirnya ini beruntun di badan jalan, maka harus ada Amdal Lalin. Ini mengakibatkan kemacetan lalu lintas. Saya sudah lama mendapat laporan dari warga soal Jalan Manyar Kertoarjo macet gara-gara badan jalan digunakan parkir,” katanya.
Anwar menandaskan, pihaknya meminta pada pemilik restoran untuk segera mengurus Amdal Lalin. Dia menjamin, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan memberi kemudahan dalam pengurusan persyaratan tersebut. Sebab, keberadaan restoran ini sangat membantu dalam meningkatkan perekonomian Surabaya. Namun, untuk Amdal Lalin, pihaknya belum dapat memastikan apakah akan bisa terpenuhi atau tidak. Pasalnya, luasan lahan restoran yang digunakan untuk parkir cukup sempit. Hanya menampung kurang dari 10 mobil. Padahal, kapasitas restoran mencapai ratusan orang.
“Saya kira perlu ada sentra parkir tersendiri yang itu dikelola pemkot. Tentunya ini akan meningkatkan pendapatan negara,” tandasnya.(r7)