Parpol Tak Setor Rekening Kampanye Dicoret

Tidak ada komentar 119 views

Surabaya, (DOC) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur akan melakukan tindakan yaitu mencoret partai politik (parpol) dari peserta pemilu 2014 yang belum menyerahkan atau melaporkan rekening ke KPU yang diberi batas waktu hingga 23 November 2013 mendatang.
Komisioner KPU Jatim, Najib Hamid saat dikonfirmasi di kantornya KPU Jatim, Senin (18/11) mengatakan, sanksi pencoretan parpol yang tidak melaporkan rekening dana kampanye ke KPU ini sudah ada dalam undang-undang bahwa semua harus melaporkan rekening dana kampanye. Kalau tidak maka sanksi terberatnya bisa membatalkan suara partai politik.
Ia menjelaskan, jika ada partai politik dan calon legislator maupun calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI yang tidak melaporkan aliran dana kampanyenya maka dianggap melanggar karena sudah tidak sesuai dengan ketentuan berlaku.
“Yang jelas, batas akhir 23 November mendatang. Jika tidak menyetorkan rekening dana kampanye tentu akan ada sanksi sesuai dengan undang-undang dan aturan yang berlaku,” tegasnya.
Lebih lanjut, sampai saat ini belum ada partai politik yang belum menyerahkan rekening dana kampanye. Tidak itu saja, calon legislator dan calon anggota DPD RI belum ada yang melaporkannya.
Sementara itu, keputusan diskualifikasi Parpol ini sudah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilihan Umum DPR, DPD dan DPRD, tepatnya Pasal 138 Ayat 1.
Pihaknya menjelaskan, sanksi pembatalan bagi parpol dan calon anggota DPD yang tidak memberikan laporan sesuai tenggat waktu yang telah ditentukan. “Jika itu calon legislator dan calon Anggota DPD RI maka bisa mengancam raihan suaranya. Apalagi jika dinyatakan lolos maka bisa dicoret dan dinyatakan tidak sah,” ujarnya.
Rekening dana kampanye ini sebagai syarat untuk menjaga akuntabilitas parpol dan DPD. Rekening dana kampanye ini akan diaudit oleh akuntan publik yang telah ditunjuk oleh KPU.
Seperti diketahui, Pemilihan Umum Legislatif berlangsung 9 April 2014. Kali ini, KPU Pusat menetapkan 12 partai politik yang termasuk sebagai peserta Pemilu. Masing-masing, Partai Nasdem, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Keadilan Sejahtera, PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional, PPP, Partai Hanura, Partai Bulan Bintang dan PKP. (r4)