Pasar Elektronik Lesu Di Tahun 2013

Tidak ada komentar 157 views

Surabaya, (DOC) – Kenaikan berbagai harga kebutuhan di tahun ini, membuat lesu pasar elektronik di Surabaya. Penjualan produk elektronik diperkirakan bakal stagnan, dan para pelaku usaha mulai pesimis terhadap peningkatan kinerja yang tidak diimbangi dengan naiknya permintaan konsumen.
Marketing Director Hartono Elektronika, Roy Soeprapto mengatakan, tahun 2013 pelaku usaha di segala sektor pasti dihadapkan dengan berbagai kendala, menyangkut rencana kenaikan berbagai kebutuhan hidup, seperti kenaikan gaji karyawan, kenaikan tarif dasar listrik dan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). “Akibatnya, pasar pasti akan stagnan karena daya beli akan semakin susut,” kata Roy saat dihubungi, Rabu(30/1/2013).
Di awal tahun, menurut dia, penjualan masih aman dan tidak mengalami penurunan. Namun ketika kenaikan berbagai variabel diberlakukan maka penjualan akan tertekan.
“Melihat kondisi tersebut, kami tidak menargetkan adanya kenaikan penjualan, padahal biasanya penjualan kami selalu mengalami kenaikan dikisaran 20% – 30%. Tapi sejak tahun 2012, penjualan tidak sebagus itu. Jika penjualan di 2013 bisa sama dengan tahun lalu, itu sudah bagus,”ujarnya.

Pasar elektronik terberas bagi Hartono Elektronika, Surabaya tetap yang pertama. Mengingat banyaknya outlet elektronik, yang mudah dijangkau oleh masyarakat. Ia menambahkan, gerai Hartono Elektronika saja untuk wilayah Surabaya terdapat lima lokasi, yaitu diantaranya di Jalan Kertajaya dan Ruko Bukit Darmo Golf. Sementara di Sidoarjo dan Malang terdapat masing-masing satu lokasi. Jenis produk yang paling diminati konsumen yaitu TV, AC, kulkas dan mesin cuci.
“Kalau dilihat dari pertumbuhan penjualan terbaik, kota Sidoarjo menempati urutan pertama. Karena dengan satu gerai, kontribusinya bisa mencapai 23%, sementara Malang kontribusinya hanya dikisaran 9% hingga 10%,” terang Roy.(dhani/R7)