Pastikan Bebas Virus Tikus, Dinkes Jatim Lakukan Pemantauan Dua Bulan

Surabaya (DOC) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur melakukan pemantauan selama dua bulan di sekitar rumah Sukatono (49) warga Dukuh Karangan Gang 5 RT 10/ RW 03, Kelurahan Babatan, Kecamatan Wiyung Surabaya yang meninggal diduga terjangkit leptospirosis atau virus tikus. Upaya ini dilakukan untuk memastikan tempat tersebut terbebas dari leptospirosis.

Kepala Dinkes Jatim, Kohar Hari Santoso mengatakan, pihaknya bersama Dinkes Surabaya, petugas puskesmas dan warga sekitar telah melakukan pemberantasan tikus dan membersihkan saluran air di lokasi. Petugas juga melakukan sosialisasi pada masyarakat agar senantiasa menjaga kebersihan lingkungan masing-masing.

“Karena diguyur hujan, mungkin tikus keluar dari sarang kemudian urinenya yang mengandung bakteri leptospira menyebar. Untuk itu, pemantauan dan pemeriksaan warga terus kita lakukan,” tuturnya, Rabu, (22/11) di Kantor Dinkes Jatim.

Ia menjelaskan kebersihan lingkungan perlu menjadi kesadaran bersama. Lingkungan yang kotor, sambungnya, akan menjadi sumber penyebaran penyakit terutama yang ditularkan oleh binatang seperti nyamuk dan tikus. “Memasuki musim penghujan yang harus diwaspadai selain leptospirosis adalah demam berdarah dan diare,” ujarnya.

Seperti diketahui, Sukatono sempat dirawat sekitar seminggu di rumah sakit, dengan gejala panas tinggi, mata kekuningan dan gangguan otot. Dari pemeriksaan awal yang dilakukan rumah sakit gejala tersebut menyerupai gejala serangan virus leptospirosis. Dinkes Surabaya masih melakukan pemeriksaan dan uji laboratorium untuk memastikan penyebab kematian Sukatono.

Suparmi (50), istri almarhum Sukatono yang diduga terjangkit penyakit serupa masih mendapatkan perawatan secara intensif di rumah sakit bersama dua putera puterinya. Kedua putera-puteri Suparmi dalam perawatan intensif rumah sakit. (D02)