Patuhi Perda, 17 Jalan Protokol Di Surabaya Bebas Atribut Kampanye

Surabaya – Sebanyak 17 jalur protokol di Surabaya, diantaranya Jalan pemuda, panglima sudirman, mayjend sungkono serta Ahmad yani dinyatrakan terlarang dipasang alat peraga kampanye. Anggota KPU Surabaya, Edward Dewaruci, Kamis (7/2/2013) mengatakan, aturan tersebut dibuat berdasarkan kesepakatan KPU, panwas, pemkot Surabaya dan partai politik peserta pemilu legislative, Rabu (6/2/2013). Larangan tersebut berlandaskan pada kepatuhan terhadap perda reklame No. 8 tahun 2006 . “Pemasangan alat peraga di jalan protocol dilarang sesuai dengan Perda dan Perwali” ujarnya
Selain sejumlah jalur protocol, pemasangan alat peraga juga tidak diperbolehkan di tempat ibadah, lembaga pendidikan, gedung milik pemerintah dan taman-taman kota . Meski masa kampanye telah dimulai sejak penetapan parpol janurai lalu, namun kesepakatan untuk pemasangan alat peraga, model kampanye dan tempat kampanye di Surabaya akan diberlakukan mulai 11 februari .
“Menurut kesepakatan 11 Februari disepakati bersih dulu” jelasnya
Jika terdapat pelanggaran, Panwaslu dapat memberikan sanksi pada parpol yang bersangkutan . Bentuk sanksi, berupa pembersihan alata peraga dengan pemberitahuan atau tidak, hasil pembersihan atau pencopotan alat peraga diamankan di kantor panwaslu, yang selanjutnya tim kampanye bisa mengambil untuk dimanfaatkan kembali.
“Panwas bertindak jika ada pelanggaran. Dan Itu akan menjadi catatan pelanggaran pemilu” kata pria yang juga berprofesi sebagai advokad itu.
Edward mengungkapkan nantinya panwaslu akan mengumumkan pelanggaran yang dialakukan peserta pemilu, termasuk parpol mana yang kerap melakukan pelanggaran .
“Jika sanksi administrasi, dengan dimumkan ke public parpol mana saja yang melakukan pelanggaran. Jadi masyarakat bisa menilainya” tegas Direktur Surabaya Children Crisis Centre (SCCC)
Ia menambahkan, model kampanya pemilu 2014 tak jauh beda dengan sebelumnya, dilakukan dengan metode pertemuan terbatas, tatap muka, rapat umum dan kegiatan lain yang tdiak melanggar larangan kampanye, seperti kegiatan social dan budaya, tabligh akbar serta perlombaan olahraga . kampanye di tingkat kota dibagi sesuai daerah pilihan di Surabaya . Pemberitahuan pelaksanaan kampanye dialamatkan ke Polrestabes Surabaya. (K-4)