PAW Hak Parpol, Camelia Habibah Siapkan Pengacara

Tidak ada komentar 181 views

Surabaya,(DOC) – Permohonan Pergantian Antar Waktu(PAW) Camelia Habibah anggota komisi B DPRD Surabaya dari Fraksi Apkindo oleh DPP PKNU, masih mungkin bisa dilakukan, meski masa sisa jabatan anggota legeslatif periode sekarang(2009/2014) akan berakhir 8 bulan lagi.
Ketua KPU Surabaya Eko Sasmita, saat digedung DPRD Surabaya menyatakan, sesuai aturan perundang-undangan, batas akhir pelaksanaan PAW anggota legeslatif sampai bulan Februari 2014 mendatang, sehingga masih ada sisa beberapa bulan, jika partai akan mengajukan PAW terhadap anggotanya.
Namun persoalan internal PKNU dengan kadernya Camelia Habibah yang kini menjadi Calon Legeslatif(Caleg) DPRD kota Surabaya periode mendatang melalui partai lain, yaitu DPC PKB Surabaya, menurut Eko, hal itu bukan urusan KPU.
“Urusan internal mereka, KPU hanya memproses PAW anggota dewan jika ada pengajuan dari Partai,” Tegas Eko, Selasa(22/10/2013).

Eko juga menyatakan, sebenarnya urusan PAW anggota legeslatif adalah kewenangan penuh dari partai. Begitupula dengan alasan pengajuan PAW anggota partai yang duduk di lembaga dewan.
Ia menjelaskan, ada 3 hal alasan yang bisa diajukan partai politik untuk mem-PAW anggotanya, yaitu berhalangan tetap atau meninggal dunia, kemudian terkena kasus Pidana dan tidak memenuhi persyaratan sebagai anggota dewan.
“Point yang ketiga ini, merupakan kewenangan Parpol, bagaimana menginterprestasikan, karena alasan tidak memenuhi syarat itu bisa bermakna luas, seperti tidak mempunyai perwakilan partai politik atau dianggap membangkang terhadap perintah partai,”jelas Eko.

Menyikapi hal itu, tekad Camelia Habibah untuk menggugat DPC Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) yang telah menuding dirinya membangkang perintah partai dan telah mengajukan PAW, semakin tak terbendung.
Rencananya besok Rabu(23/10/2013), paling lambat dirinya akan mendaftarkan gugatan ke pihak pengadilan tata usaha negara(PTUN) atas permohonan PAW DPC PKNU Surabaya atas dirinya sebagai anggota legeslatif.
“Saya pasti menggugat, jika PAW ini benar diajukan, karena mekanisme saya untuk maju sebagai caleg PKB Surabaya, sudah meminta izin kepada Ketua DPC PKNU dan beberapa pengurus,” ungkapnya.

Caleg PKB Surabaya Dapil 2 Nomer urut 2 ini juga mengaku geram terhadap ulah sejumlah pengurus PKNU Surabaya, yang telah membohonginya saat menyerahkan surat PAW ke Ketua DPRD Mochammad Machmud.
Menurut Camelia, waktu itu pengurus DPC PKNU mengaku telah mengirimkan surat tembusan ke Fraksi Apkindo (gabungan). Namun setelah di kroscek, ternyata kabar itu tidak benar adanya.
“Kemarin Senin(21/10/2013), saat DPC PKNU ngirim surat, memang waktunya sudah terlalau sore. Makanya, saya tidak tahu ketika ada rombongan yang datang ke ketua dewan,” ungkap Camelia Habibah, Selasa (22/10/2013).

Camelia Habibah juga menyatakan, jika dirinya memilih PKB untuk maju sebagai caleg periode mendatang, karena alasan ideologi PKNU dan PKB yang mempunyai kesamaan, selain alasan waktu.
“Dulu, kita meminta dilebur karena gugatan kita di MK belum tahu hasilnya. Dan saya gabung PKB karena ideologinya sama dengan PKNU. Tapi, saya juga telah menyiapkn pengacara dan alternatif gugatan jika suatu saat nanti dibutuhkan,” imbuh perempuan berjilbab ini.(r7)