PAW PDIP Dipastikan Tidak Bisa Diproses

Tidak ada komentar 126 views

Surabaya, (DOC) – Pernyataan tegas disampaikan Kasubag Perundagangan Sekretaris DPRD Surabaya, Emanuel Playtuka terkait proses Pergantian Antar Waktu (PAW) Whisnu Sakti Buana (WS). Secara tegas, ia menyatakan keputusan Gubernur Jatim, soekarwo menolak PAW yang diajukan PDIP sudah final.
“Saya pastikan PAW tidak bisa diproses karena melebihi batas waktu yang ditentukan,” kata Emanuel Playtuka, Kamis (13/3/2014).
Emanuel Playtukan menjelaskan, tanggal 24 Februari merupakan batas akhir keluarnya surat keterangan (SK) pergantian antar waktu oleh Gubernur. Padahal berkas PAW baru diberikan walikota Surabaya ke Gubernur pada tanggal 26 Februari.
“Tanggal 24 itu bukan batas akhir pengajuan PAW. Tapi, itu adalah batas akhir dikeluarnya SK oleh Gubernur. Sebab tanggal tersebut, tepat 6 bulan sisa jabatan anggota dewan,” jelasnya.
Terkait proses, menurut Emanuel memang memakan waktu yang cukup lama. Setelah diajukan partai ke dewan, berkas yang masuk kemudian diproses untuk persyaratan kelengkapannya. Setelah itu baru dikirimkan ke komisi pemilihan Umum (KPU) yang memakan waktu empat hari.
Selesai diproses, berkas kemudian dikirimkan kembali oleh KPU ke DPRD yang langsung dikirim ke walikota. Dari walikota nantinya dikirim ke Gubernur dengan memakan waktu 7 hari. Sementara untuk keluarnya SK dari Gubernur, lanjutnya, kurang lebih membutuhkan waktu 14 hari.
“Semua benar dan semua salah. Jadi tidak ada yang bisa disalahkan. Waktu itu, PDIP juga tidak mungkin bisa cepat mengirim berkas PAW lantaran masih menunggu kepastian pelantikan wakil walikota (Wawali),” ujarnya.
Terpisah, Siti Mariyam yang disiapkan PDI-P mengisi kekosongan kursi DPR yang ditinggalkan WS menyatakan bahwa penyerahan berkas dirinya ke DPRD langsung dilakukan begitu mendapat surat dari DPP PDIP pada 5 Februari.
“Semua syarat sudah saya penuhi,” kata Siti Mariyam.
Hingaa saat ini, Siti Mariyam mengaku belum tahu apakah dirinya jadi dilantik atau tidak. Namun ia berharap, masih ada kesempatan untuk pelantikan dirinya sebagai penaggnti Whisnu sakti Buana yang terpilih sebagai Wakil Walikota.
“Saya ucapkan terima kasih kepada masyarakat yang sebelumnya memilih saya khususnaya warga Wiyung. Seandainya saya tidak jadi dilantik, saya harap mereka sabar. Mungkin saja ini bukan garis tangan saya,” tegasnya.
Menurut Caleg DPRD Surabaya dari dapil VI ini, sebenarnya ia tidak tahu soal prosesi PAW yang sedang berjalan di DPRD. Sebab dirinya sedang fokus dalam menyambut gelaran pemilihan legislatif (pileg) yang bakal dilangsungkan pada 9 April mendatang.
Sebab hasil pileg di Surabaya pada 9 april mendatang, lanjutnya, akan dijadikan sebagai barometer untuk mengusung Joko Widodo (jokowi) sebagai Calon Presiden (Capres) dari partainya.
“Sama ketua (ketua DPC PDIP), saya diminta tetap semangat. Sebab pengabdian kepada masyarakat itu banyak sekali macamnya,” pungkasnya. (k1/k4/r4)