PD Pasar Lambat Benahi Pasar Keputran

Tidak ada komentar 773 views

Surabaya, (DOC) – Komisi C DPRD Surabaya kembali mengeluhkan sikap Direksi Perusahaan Daerah Pasar Surya (PDPS) yang belum membenahi Pasar Keputran.  Komisi yang membidangi masalah pembangunana itu menilai, hingga saat ini kondisi pasar yang berada di tengah kota tersebut belum ada perubahan sama sekali.

“Saya pastikan kondisi kumuh di Pasar Keputran, khususnya di lantai dua masih tidak ada perubahan sama sekali,” ujar Sachiroel Alim Anwar.

Menurut Saciroel Alim Anwar, dalam inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukan Komisinya beberapa bulan yang lalu, kondisi semrawut yang ada di Pasar Keputran sudah ia sampaikan ke direksi PD Pasar.

“Jika kondisinya tetap sama. Ya jangan salahkan jika masih banyak penjual yang meluber berdagang di pinggir jalan,” ingat Alim, sapaan Sachiroel Alim Anwar.

Pasca dilakukannya sidak, sebenarnya komisi C bereinginan segera turun tangan untuk menindak lanjuti. Namun melihat fakta tersebut, dirinya percaya bila Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, melalui PDPS tidak memiliki keseriusan dalam mengembangkan pasar tradisional.

Padahal, dalam kampanya yang pernah disampaikan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, orang nomor satu di Surabaya itu berjanji bakal merevitalisasi seluruh pasar tradisional di Surabaya.

“Tapi, hingga akan berakhirnya masa kepemimpinan beliau (Tri Rismaharini, red) belum ada pasar yang disentuh perbaikan,” ungkap politisi asal Partai Demokrat (PD) Surabaya ini.

Alim menyatakan, dalam konsep yang pernah disampaikan pemerintah kota, sebenarnya pemkot berencana menghubungkan pasar keputran dengan moda transportasi massa yang akan dibangun seperti monorel. Tapi menurutnya, prioritas utama yang harus dilakukan adalah menata pasar tersebut terlebih dahulu.

“Saya percaya, jika yang di lantai atas dibersihkan, maka pedagang yang di pinggir jalan akan bersedia direlokasi ke dalam,” tandasnya.

Anggota Komisi C lainya Reny Astuti mengaku tidak kaget dengan kondisi pasar trdisional di Surabaya. Menurutnya, dilihat dari sarana dan prasarana yang ada saja, terlihat cukup jelas bila pemerintah kota  tidak memiliki iktikad baik dalam merevitalisi puluhan pasar yang ada di bawah naungan PD Pasar Surya.

“Kalau pemkot memiliki perhatian tentu kondisi pasar tradisional di Surabaya tidak seperti sekarang. Salah satu contohnya adalah Pasar Keputran,” tutur Reny Astuti.

Selain Pasar Keputran, menurut Reny kondisi tidak jauh berbeda juga dialami Pasar Keputih. Padahal dengan luasnya yang lebih kecil dari Pasar Keputran, seyogyanya pemkot bisa lebih mudah dalam melakukan negoisasi dengan pedagang.

“Tapi ya itu lagi, karena tidak memiliki kamauan akhirnya pasarnya sampai sekarang juga kurang terawat,” sesalnya.

Sebelumnya, Direktur Teknik PD Pasar Surya Dwi Hari, membantah  jika pihaknya tidak memiliki rencana dalam merevitalisasi pasar trdisional yang ada di Surabaya. Menurut Dwi Hari, saat ini direksi DP Pasar Surya telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 7 miliar untuk merevitalisasi 67 pasar tradisional yang berada di bawah naungan PD Pasar.

Dwi Hari mengungkapkan, PD Pasar sebenarnya  memiliki cita cita menjadikan pasar tradisional sebagai salah satu destinasi wisata di Surabaya. Untuk itu, dirinya beserta direksi PD pasar yang lain akan berusaha secara maksimal merubah wajah pasar tradisonal agar menjadi magnet bagi para pengunjung. (k1/r4)