PDAM Buka Lelang Proyek Pemindahan Pipa Premier Sekitar Proyek Underpass Satelit

Surabaya,(DOC) – Perusahaan Daerah Air Minum(PDAM) Surya Sembada saat ini tengah memproses penyelenggaraan lelang untuk pemindahaan pipa primer ukuran 1000 mm kubik yang ada di lokasi perencaaan pembangunan jalan Underpass Satelit. Lelang pemindahaan ini dibuka untuk umum dengan nilai anggaran kurang dari Rp 1 miliar. Diperkirakan akhir bulan ini akan dapat pemenang dan segera dilakukan pemindahan.

Manager Sekretariat dan Humas PDAM Surya Sembada Ari Bimo Sakti mengatakan, memang pihaknya sudah mendapatkan informasi dari pemkot bahwa di titik tersebut dalam waktu dekat akan dibuat underpass. Sehingga mau tidak mau jaringan utilitas PDAM berupa pipa primer harus dipindahkan.

“Ada pipa kami disana dengan ukuran 1000 mm kubik. Panjangnya sekitar 50 meter. Karena nanti jalannya underpass maka kita akan pindahkan. Pihak rekanan yang nanti akan mengerjakannya melalui proses lelang,” kata Bimo, Rabu(12/10/2016).

Teknis pelaksanaan proyek nanti, menurut Bimo, pipa tidak dipindah namun hanya diturunkan posisinya hingga kedalaman 12 meter. “Supaya tidak butuh tenaga dan waktu banyak maka cukup diakali saja dengan menurunkan posisi pipa lebih menjorok ke dalam,” tambahnya.

Kemungkinan pelaksanaan proyek tersebut, lanjut Bimo, membutuhkan waktu 2 bulan saja. “Akhir bulan ini, akan ditentukan pemenangnya. Dua bulan kemudian akan selesai,” ujar alumnus ITS Surabaya ini.

Saat pengerjaan proyek pemindahan Pipa Premier milik PDAM di sekitar perencanaan pembangunan jalan underpass Satelit, dipastikan akan berdampak pada pelayanan air bersih PDAM ke pelanggan meski tidak terlalu lama. Mengingat teknis pemindahan, menurut Bimo, pihak kontraktor hanya menggali lahan dan langsung menyiapkan pipa pengganti. Kemudian dilanjutkan dengan proses penyambungan ujung pipa primer. Dari pipa lama yang dipotong disambungkan dengan pipa baru yang sudah ditanam.

“Saat penyambungan itu mungkin baru akan dihentikan saluran airnya. Tapi itupun tidak lama hanya sehari. PDAM tidak mematikan seluruh IPAM karang pilang, hanya satu IPAM saja,” jelasnya.

Selain itu, kalau pun saat connecting tersebut tidak akan mematikan layanan secara keseluruhan. Sebab bagi warga di Surabaya Barat tidak hanya disuplai dari pipa tersebut saja. Melainkan juga beberapa pipa lain. Sehingga tetap bisa subsitusi. “Malah kemungkinan nggak akan dimatikan seluruhnya cukup mengurangi tekanan saja,” imbuh Bimo.

Sementara itu Ketua DPD REI Jawa Timur Totok Lucida mengatakan, pembangunan underpass satelit memang terkendala peminahan utilitas yang ada di bundaran. Selain PDAM, terdapat jaringan utilitas yang lain. Seperti jaringan gas, jaringan PLN, jaringan telekonomukasi dan jaringan fiber optic.

“Agar nggak menunggu lama kita akan bangun dari sisi barat dulu. Jadi bisa parallel pengerjaannya. Nggak nunggu pemindahaan semuanya,” kata Totok. Pihaknya kini juga masih mengupayakan pengumpulan dana pengerjaan underpass sebesar Rp 80 miliar. Pasalnya masih separo pengembang yang belum menyerahkan urunan untuk pengerjaan jalan sepanjang 470 meter tersebut.(fm/r7)