PDAM Pasang Air Siap Minum di Kampus ITS

Tidak ada komentar 441 views

Surabaya, (DOC) – Dalam rangka mewujudkan pengabdian kepada masyarakat Surabaya, PDAM Surya Sembada Surabaya memasang Kran Air Siap Minum (KASM) di taman-taman kota, Sekolah dan Puskesmas yang merupakan langkah awal menuju Drinking Water From The Tap sebagaimana diamanatkan dalam PP No 16 Tahun 2005 tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum.
Tidak itu saja, kali ini pemanfaatan KASM mulai merambah kampus. Senin (3/11) siang, Direktur Utama PDAM Ashari Mardiono melakukan penandatangan MoU (nota kesepahaman) dengan Rektor ITS , Prof Dr Ir Tri Yogi Yuwono DEA, sekaligus peresmian KASM di lingkungan kampus ITS Surabaya.
Direktur Utama PDAM Ashari Mardiono, PDAM telah melakukan pemasangan KASM di 8 lokasi, yakni Taman Bungkul, Taman Mundu, Taman Ronggolawe, Puskesmas Wiyung, SDN Kandangan I, Kantor Pusat PDAM, Kampus ITS dan Kampus Unair. “Untuk pemasangan KASM ini kami memang tidak menarik biaya. Justru, pihak ITS yang menyiapkan lokasi dan listriknya. Ya, mudah-mudahan ini bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh para mahasiswa,” ungkapnya.
Soal pengisian, Ashari mengaku tergantung enggunaan. Jika habis ya dilakukan pengisian kembali. Proses KASM dilakukan melalui teknologi karbon aktif padat dan lampu ultra violet (UV). Dilengkapi juga micro filter 5 micron yang berfungsi untuk menyaring partikel. “Untuk pengawasan dan operasionalisasi menjaga keamanan KASM bekerjasama dengan pihak ITS. Tapi semua keamanan tergantung prilaku mahasiswa,”terangnya.
Sementara Rektor ITS Prof Dr Ir Tri Yogi Yuwono DEA menyambut positif upaya PDAM yang memberikan layanan penyediaan air munim gratis yang dapat langsung di minum di kompleks ITS, kendati proses yang dilakukan PDAM itu sudah tergolong tertinggal dan sudah dilakukan di negara-negara Eropa. “Ya, saya kira permasalahan ini tak lepas dari banyaknya pipa PDAM yang merupakan peninggalan Belanda. Kalau di Eropa air keluar dari sumber sudah siap di minum,” tandasnya.
Lepas dari itu, program KASM PDAM Surabaya ini memang klop dengan kampus. Sebab ITS juga akan mengembangkan sendiri program tersebut. Apalagi saat ini di Fakultas Teknik Lingkungan sudah dikembangkan. “Di ITS ini minimal butuh 10 KASM, dan mudah-mudahan bisa terealisasi tahun depan. Apalagi alumni ITS yang ada di PDAM memberikan lampu hijau,” tandasnya. (r-12/r-7)