PDAM Siap Distribusikan Air Umbulan Tahun 2019

Tidak ada komentar 240 views

Surabaya,(DOC) – PDAM Surya Sembada mulai merealisasikan proyek Umbulan tahun ini. Humas PDAM, Sayid M. Iqbal, Senin(1/8/2016) menargetkan, pada tahun 2019 produksi air Umbulan sudah bisa di distribusikan ke masyarakat. “Pemenang Tendernya sudah ada sejak tahun 2015,” tuturnya

Ia mengungkapkan, produksi air umbulan mencapai 4.000 – 5.000 liter per-detik.  Namun selama ini, ia mengakui pemanfaatannya belum maksimal. “Yang memanfaatkan hanya PDAM surabaya dan Kota Pasuruan,” katanya.

Iqbal mengaku, distribusi air Umbulan mencapai 110 liter per detik. Hanya saja, distribusi tersebut sudah habis hingga Kabupaten Sidoarjo.

Ia mengatakan, proyek umbulan diproyeksikan untuk 5 daerah, meliputi : Kabuoaten dan Kota Pasuruan, Kabpaten Sidoarjo, Kota surabaya dan Kabupaten Gresik.

“Di Surabaya nanti di wilayah Barat, Alas Malang,” katanya

Humas PDAM ini mengakui, kualitas air Umbulan sangat bagus. Air umbulan menurutnya bisa langsung diminum. Rencannya, PDAM Kota surabaya mendapatkan jatah 1.000 liter perdetik. Jika diasumsikan, dengan debit air sebanyak itu bisa melayani per orang 200 liter per hari.

“Jadi dengan debit itu bisa melayani 50 ribu – 100 ribu Kepala Keluarga (KK),” terangnya

Iqbal menambahkan, cakupan layanan PDAm saat ini sudah mencapai 95 persen. Kekurangan sekitar 5 persen diharapkan bisa tercapai melalui proyek Umbulan tersebut.

“Target 100 peren 2018, bsia tercapai, tapi kota kan terus berkembang,” paparnya

Total anggran yang dibutuhkan untuk merealisikan proyek Umbulan sekitar 2 T. Jumlah anggaran tersebut, menutut iqbal diperoleh dari sharing antara pemerintah pusat dan daerah.

Iqbal memperkirakan, harga distribusi dan produksi air Umbulan berbeda dengan air PDAM yang bersumber pada Ianstalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Karang Pilang. Jika selama ini harganya Rp. 2.200 dan dijual ke pelanggan Rp. 2.850, untuk air Umbulan harga Distribusi dan Produksi mencapai Rp. 2.400 per meter kubik.

“Kalau Umbulan Rp. 2.400 ada margin Rp. 400,” tuturnya

Menanggapi proyek Umbulan, Anggota Komisi B, Zakaria berharap, tak ada kenaikan tarif PDAM. Jika dampak proyek Umbulan ada kenaikan tarif PDAM, pihaknya meminta ada revisi rencana kerja dan anggaran (RKAP) perusahaan terlebih dahulu.

“jangan sampai masyaraat terbebani,” harapnya

Politisi PKS ini mengatakan, jika ada kenaikan, pilihannya, pertama  harus ada efisiensi atau melakukan restrukturisasi anggaran. Kedua, perlu adanya penambahan modal dari investasi pihak ketiga atau pemerintah daerah.

“tidak semuanya harus mengorbankan pelanggan,” tandasnya.

Pasalnya, selama ini menurutnya masih banyak komplain yang dilayangkan para pelanggan atas layanan PDAM. Sejumlah keluhan pelanggan tersebut diantaranya menyangkut, debit air yang kecil, kebocoran, kualitas air dan kerusakan. Problem tersebut menurutnya tak sebanding dengan pelayanan yang diberikan PDAM.

“jadi harus dihitung dulu (kenaikannya), jangan tergesa-gesa,” pungkasnya,(k1/r7)