PDIP Banting Stir, Pilih Gus Ipul

 Politik

Surabaya (DOC)-Jajaran Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Jatim yang merupakan salah satu underbow PDIP menggadang-gadang Saifullah Yusuf untuk maju Pilgub lewat PDIP.
Ketua Umum Baitul Muslimin Indonesia, Prof Hamka Haq mengatakan, PDIP mencari sosok pemimpin untuk pilgub Jatim yang tidak mempunyai riwayat cacat dengan massa parpol wong cilik ini. Sebab, selama ini, ada sejumlah tokoh hanya mendekati PDIP karena ada kepentingan. Namun, setelah itu mereka menjauh, setelah kepentingannya selesai. “Dekat dengan PDIP, ketika ada kepentingan saja. Namun, setelah ada kepentingannya, mereka meninggalkan begitu saja,” terang Hamka Haq.
Lebih jauh Hamkah Haq menyatakan, sikap tokoh politik seperti itu, DPP PDIP sudah mempunyai rekam jejak. “Sudah ada rekam jejaknya. Dan tokoh politik seperti itu. tidak akan mendapat rekomendasi DPP PDIP,” tegasnya serius.
Untuk itu, Lanjut dia, Barmusi terus merapatkan barisan, mengusung Gus Ipul sebagai Jatim 1 karena mantan Sekjen DPP PKB itu memiliki hubungan baik dengan Baitul Muslimin Indonesia. “Sebagai Wagub, Gus Ipul juga sering berkomunikasi dengan kader PDIP dan Bamusi (Baitul Muslim Indonesia). Maka, tidak salah jika kemudian Bamusi mencalonkan Gus Ipul di Pilgub nanti,” kata Ketua DPD Bamusi Jatim, Buchori.
Dibanding Khofifah Indar Parawansa dan Soekarwo menurutnya, Gus Ipul lebih layak. Dimata Barmusi, Gus Ipul tidak memiliki cacat. Sebaliknya, Khofifah punya cacat yang tidak bisa diterima kader.
“Ketika Pilgub Jatim 2008, Bamusi habis-habisan mendukung Khofifah. Giliran Pilpres 2009, Khofifah tidak mendukung Megawati Soekarnoputri yang diusung PDIP. Saya tidak tahu, Bu Mega masih mangkel atau tidak. Yang pasti, kadernya belum bisa menerima Khofifah,” ujarnya.
Bagaimana dengan PDIP? Buchori menyebut sampai sekarang belum menentukan calon. PDIP akan mengutamakan kadernya untuk diusung sebagai cagub. Tetapi, jika ada potensi luar masuk dan tidak punya cacat, pasti menjadi pertimbangan PDIP untuk dipilih menjadi cagub.
Sebaliknya, calon dari luar pada masa lalunya memiliki cacat dengan PDIP, maka akan ditolak PDIP. “Ya, seperti Khofifah itu. Sangat mustahil akan diterima oleh PDIP. Karenanya, PDIP bakal memilih Gus Ipul ketimbang Khofifah,” tuturnya.
Jika Gus Ipul yang akan dipilih, Buchori memastikan akan digandengkan dengan kader PDIP. Seperti, Sirmadji (ketua umum DPD PDIP Jatim) dan Bambang DH (wakil ketua DPD PDIP Jatim). “Untuk Jatim 1 nya Gus Ipul dan Jatim 2 nya Sirmadji,” tandasnya.
Saat ini, DPD Bamusi Jatim memiliki 12 DPC dari 38 kab/kota di Jatim. Anggota Bamusi mencapai puluhan ribu orang. “DPC yang lain masih proses pembentukannya,” imbuh Buchori yang juga Walikota Probolinggo ini.
Rakor Baitul Muslimin Indonesia yang pertama, juga dihadiri jajaran pengurus PDIP Jatim, seperti Saleh Ismail Mukadar, Kusnadi, serta Walikota Mojokerto Abdul Gani Suhartono.
Pada kesempatan yang sama, Gus Ipul, menyampaikan memasuki masa transisi pemilihan pemimpin, hubungan pasang surut antar pasangan calon itu biasa. Gus Ipul yang mewakili Ketua PBNU KH Said Agil Sirodj ini, menjelaskan menjadi seorang pemimpin harus mampu menjaga amanah dan mampu membawa perubahan. Gus Ipul, mencontohkan sosok founding father Soekarno.
Bahkan Gus Ipul, mengaku dirinya sering diingkatkan seorang kiai yang juga guru spiritualnya di Blitar, untuk selalu meniru Bung Karno. “PDIP kalau cari pemimpin, harus sesuai Bung Karno. Karena beliau menjadi pemimpin amanah dan mampu membawa perubahan, dengan kebijakan yang mampu menggerakkan masyarakat untuk kebutuhan pembangunan.Pada masa sekarang, masyarakat punya standar yang tidak bisa ditawar. Sebab rasa keadilan ada di hati masyarakat,” terang dia. (r-12/r-7)