PDIP Masih Bingung Pilih Cawapres

Tidak ada komentar 132 views

JokowJakarta,(DOC)Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri akhirnya memberikan mandat kepada Joko Widodo(Jokowi) sebagai Calon Presiden(Capres). Secara khusus, Mega menulis mandat itu di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Kamis (13/3/2014) malam, lusa kemarin.

Mendapat mandat itu, Jokowi mengaku siap. “Saya telah dapatkan mandat dari Ibu Megawati dan saya siap untuk melaksanakannya. Bismillah, saya siap menjadi calon presiden dari PDIP,” kata Jokowidi Rumah Si Pitung, Jakarta, Jumat,(14/3/2014).

Setelah PDIP resmi mencalonkan Jokowi sebagai capres, lantas siapa cawapresnya? Selama ini sudah beredar sejumlah nama. AdaJusuf Kalla, Puan Maharani, Basuki Tjahaja Purnama, Mahfud MD, Hatta Rajasa, Dahlan Iskan dan Pramono Edhie. Dari sederet nama itu, nama JK paling kuat.

Hasil sejumlah simulasi survei, jika Jokowi disandingkan dengan JK maka akan menang telak. Seperti survei yang dilakukan oleh Pusat Data Bersatu (PDB) pada 4-8 Januari 2014 lalu.

Berdasarkan skema PDB, pasangan Jokowi-JK menduduki peringkat pertama dengan perolehan elektabilitas 17,4 persen. “PasanganJokowi dan JK memiliki elektabilitas paling tinggi dibandingkan pasangan lainnya. Namun masih banyak publik yang belum menentukan pilihannya,” kata Pendiri PDB, Didik Junaidi Rachbini beberapa waktu lalu.

PDIP sejauh ini belum memikirkan siapa cawapres Jokowi. PDIP masih ingin fokus memenangkan dan melihat hasil Pileg 2014.

Belum adanya cawapres mendamping Jokowi membuat sejumlah partai mulai mendekat keJokowi. PAN, PPP, PKS dan Partai Demokrat mulai mendekat. Kemungkinan mereka akan menyodorkan nama agar dipinang sebagai cawapres. PAN punya Hatta Rajasa, PPP kemungkinan mengajukan Suryadharma Ali, PKS diperkirakan menyodorkan Anis Matta dan Demokrat Pramono Edhie Wibowo.

Kabarnya, elite PAN sudah sering komunikasi dengan Mega. Ia ingin menyandingkan Jokowidengan Hatta. Tapi upaya PAN ditolak oleh Mega.

Sedangkan Demokrat sudah ancang-ancang ingin koalisi dengan PDIP. Misinya hanya satu, ingin posisi cawapres diisi dari Demokrat. Dan nama yang disodorkan adalah Pramono Edhie.
Sebelum pileg berlangsung, cawapresnya Jokowi masih misteri. PDIP sepertinya masih melihat hasil perolehan suara pileg terlebih dahulu. Setelah itu baru hitung-hitungan soal koalisi, termasuk mencari pendamping Jokowi.

Sementara itu terpisah, sejumlah pakar politik menilai, Jokowi bisa tak tertandingi dalam merebut kursi presiden RI periode 2014-2019, jika menggandeng calon wakil presiden dari kalangan militer.(mc/r7)