PDIP Optimis Menang Di Pileg 2019, Surabaya Akan Raih Kursi Terbanyak Di Parlemen

Whisnu Sakti Buana

Surabaya,(DOC) – Meski kalah dalam perolehan suara di Pemilu Gubernur(Pilgub) Jawa Timur 27 Juni lalu, namun Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana, tetap optimistis, partainya bakal mendulang banyak suara di Pemilu Legilatif (Pileg) tahun 2019 mendatang, khususnya di Surabaya yang merupakan kandang partai berlambang banteng moncong putih.

WS sapaan akrab Whisnu Sakti Buana menegaskan, bahwa hasil rekapitulasi perhitungan suara Pilgub Jatim tidak bisa menjadi barometer terhadap hasil perolehan suara PDIP pada Pileg 2019 mendatang.

Sebaliknya, lanjut WS, target kemenangan pada Pileg 2019 mendatang akan di raih partainya.

“Kalau suara itu tidak bisa dilihat dari hasil Pilgub kemarin. Itu kan suara PDIP yang bergerak sendirian di Surabaya. Kalau suara yang ada dibagi dengan seluruh partai, sementara kita sendirian, ya menang telak lah,” ucap Whisnu Sakti Buana saat digedung DPRD kota Surabaya, Senin(9/7/2018).

Sementara mengenai bakal calon legislatif (Bacaleg) PDIP wilayah Surabaya yang maju pada Pileg 2019 mendatang, Wakil Wali kota Surabaya ini, menegaskan, akan banyak muncul wajah-wajah baru yang akan menjadi Caleg PDIP berbaur dengan 15 anggota fraksi PDIP di DPRD kota Surabaya.

“15 anggota fraksi PDIP berkurang satu, karena Pak Armudji(Ketua DPRD Kota Surabaya,red) akan maju Caleg di tingkat provinsi Jawa timur. Sedang 36 orang Caleg PDIP lainnya baru semua, jadi total genap 50 orang,” katanya.

juga mengatakan, untuk wilayah kota Surabaya yang akan maju di Pileg 2019,

Terkait bakal calon legislatif (Bacaleg) PDIP untuk Kota Surabaya, Wishnu yang juga merupakan Wakil Walikota Surabaya ini mengatakan jika nama-nama baru muncul dengan jumlah yang cukup banyak. Selain 15 anggota Fraksi PDIP yang nantinya berkurang satu yakni Armuji karena maju Bacaleg untuk provinsi. “Jelas ada nama baru, di Surabaya sekarang aja 15 nama lama, Pak Armuji sudah jelas ke Provinsi.,” katanya.

WS menambahkan, aturan terbaru dari internal partai, untuk para Bacaleg PDIP yang sudah menjabat 2 periode dilembaga legislatif, penempatan rekomendasi pencalonan akan diputuskan oleh pengurus partai setingkat di atasnya.

“Kalau tingkat kota yang mutusin DPD atau setingkat provinsi. Ini sesuai aturan internal, bagi Bacaleg yang telah menjadi anggota legislatif dua periode, keputusannya kami serahkan ke DPD, karena masalah ini berkaitan dengan penguatan suara partai. Jadi semua kita ajukan dan diputuskan nanti pada tanggal 11 Juni mendatang,” pungkasnya.

Seperti pemberitaan sebelumnya, pada Pilgub Jatim 2018 lalu, PDIP menjagokan pasangan Saifullah Yusuf dan Puti Guntur Soekarno sebagai Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Jatim. Kemenangan PDIP di Jatim untuk Pilgub hanya di 11 kota dan kabupaten saja. Sisanya dari total 38 kota/kabupaten se Jatim, perolehan suaranya di sabet oleh pasangan Khofifah Indar Parawansah dan Emil Dardak, termasuk di Surabaya yang merupakan kandang banteng, peroleh suara jago PDIP selisih belasan  ribu lebih.
Secara nasional pada Pilkada serentak 27 Juni lalu, calon yang di usung PDIP hanya menang di 6 provinsi dari total 17 provinsi yang melaksanakan Pilgub.(rob/r7)