PDIP Rapatkan Barisan Menangkan Pilgub Jatim

Tidak ada komentar 138 views

Surabaya, (DOC)- DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mulai merapatkan barisan untuk memenangkan Pilgub Jatim Mendatang. Hal ini dilakukan karena Gubernur Jatim Soekarwo mendeklerasikan akan menggandeng Wakil Gubernur Jatim Syaifullah Yusuf untuk maju kembali dalam Pilgub.

Hal ini membuat PDIP terus melakukan konsolidasi partai. Bahkan dalam Rakernas PDIP II yang digelar di Surabaya beberapa hari lalu sempat disinggung-singgung soal persiapan Pilgub. Bahkan tidak mau ketinggalan, PDIP Jatim akan membuka pendaftaran Bacagub dan Cawagub pada bulan November 2012.

Sekjen DPP PDI Perjuangan, Tjahjo Kumolo, mengatakan berdasarkan pengalaman dari hasil pilkada DKI jakarta kemarin ketika sukses memenangkan Joko Widodo (Jokowi), tidak menutup kemungkinan partai yang dinahkodai Megawati Soekarno putri itu menerapkan cara serupa. Dimana PDIP kembali bakal mencalonkan bakal calon (balon) sendiri dalam Pilgub Jatim.

“Jika suara kita cukup, kita pasti akan ambil nomor satu, seandainya berkoalisi pun kita pasti tidak menginginkan menjadi wakil karena suara kita cukup besar,” tegas Tjahjo Kumulo saat ditemui disela acara di kediaman Walikota Surabaya, Minggu.

Tjahjo Kumolo menerangkan, sebelum acara ramah tamah di kediaman Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, jajaran pengurus DPP PDIP juga sempat mengumpulkan seluruh stake holder PDIP di Jawa Timur di hotel Ekuator. Menurutnya, dalam pertemuan itu juga dibahas terkait kesiapan pertainya dalam menyongong pemilihan gubernur Jawa Timur.

Apalagi secara tegas Gubernur Jatim sekarang, Soekarwo juga memastikan bakal kembali berkolaborasi dengan wakilnya, Saifullah Yusuf. Untuk itu, salah satu bentuk persiapan yang dilakukan partainya saat ini adalah dengan mulai menginfentarisir seluruh kader terbaik yang dimilikinya guna bersaing dengan Gubernur petahana.

“Oleh karena itu,  saya berharap seluruh kader terbaik PDIP, mulai pak Sirmadji, pak Bambang DH, pak Taufik, pak Peni, pak Bukhori atau bahkan  anggota DPR RI yang populer di Jatim dan memungkinkan juga maju, untuk mendaftar,” harapnya.

Tjahjo Kumolo menambahkan, diakui atau tidak sosok Soekarwo memang masih cukup kuat dalam Pilgub Jatim mendatang. Apalagi Soekarwo masih bergandengan dengan Gus Ipul yang notebene memiliki basis kuat di kalangan warga nahdliyyin.

“Kalau saya lihat Pak Karwo sulit lepas dari Gus Ipul bukan karena Gus Ipulnya, tapi lebih karena faktor massa nahdliyyin yang berada di belakangnya,” tandasnya.

Meski demikian, belajar dari kemenangan Jokowi, tidak menutup kemungkinan partainya yang bakal keluar sebagai pemenangnya. Sebab dalam pemilihan kepala daerah tidak ada yang mustahil. Karena faktor ketokohan calon yang bakal diusung juga memiliki peran yang cukup signifikan  dalam memenangi pilkada.

“Salah satu faktor kemenangan Jokowi adalah blow up media yang begitu luar biasa  terhadap kesusksesan beliau ketika menjadi Walikota Solo. Oleh sebab itu, saya juga meminta bantuan teman teman media mengangakat kesuksesan kepala daerah yang berasal dari PDIP di Jatim,” cetus Tjahjo Kumolo.

Sementara ketika disinggung apakah pertainya bakal berkoalsisi dengan, Ketua PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa, secara diplomatis cahyo mengaku belum bisa memastikan. Menurut dia, dalam berpolitik itu sama dengan matematika. Jadi sebelum mengambil keputuasn maka harus dihitung secara matang.

“Kita belum berfikir ke sana, apalagi kita juga tidak tahu Bu Khoofifah maju atau tidak. Namun jika harus berkoalasi dengan calon dari nahdliyyin saya kira itu sulit terealisasi,” pungkas mantan ketua Fraksi PDI Perjuangan di DPR RI ini. (K1/R9)