PDIP Surabaya Yakin, Jokowi Tak Akan Hapus TPP Guru

Tidak ada komentar 151 views

Surabaya,(DOC) – Bendahara DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Surabaya, Baktiono, membantah jika Joko Widodo (Jokowi) akan menghapus Tunjangan Profesi Pegawai (TPP) guru jika dirinya menjadi presiden. Menurutnya itu hanya isu yang murahan agar elektabilatas Jokowi semakin menurun dan membuat semacam penggembosan.

“Itu semua tidak benar dan sangat tidak patut untuk dipublikasikan. Memang hal terkait penggembosan pak. Jokowi dan pak. Jusuf Kalla sudah banyak sebelumnya. Misalnya saja, juga beredar foto pak. Jokowi di gendong Bu. Mega jadi seolah – olah pak. Jokowi itu adalah bonekanya bu. Mega itu merupakan Politik Hitam (Black Campaign) yang tidak pantas,” tegas, Baktiono, Senin (26/5/2014).

Baktiono menuturkan, penunjukan Jokowi sebagai presiden RI adalah aspirasi dari masyarakat dan itu pun masih di rapatkan di tingkat nasional untuk memilih siapa yang lebih pantas di usung menjadi presiden RI, dan benar – benar bisa memperjuangkan nasib rakyat untuk membuat bangsa Indonesia semakin berkembang dan maju.

“Pengusungan itu tidak sembarangan perlu proses panjang, dan waktu itu pak. Jokowi meraup suara terbanyak untuk di usung menjadi presiden. Itu kan juga permintaan rakyat sendiri agar pak. Jokowi naik menjadi presiden. Tapi kenapa ada hal – hal yang sifatnya penggembosan. Tujuan kami adalah membuat pendidikan di Indonesia maju, kok malah ada berita seperti itu, mana buktinya,” tuturnya.

Ketua komisi D DPRD Surabaya ini, juga mengungkapkan, justru Jokowi akan membantu Guru Tidak Tetap (GTT) yang massa bekerjanya sudah hampir 5 tahun agar segera diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Supaya pendidikan di Indonesia dapat berkembang dan maju. Dan pemerintah juga tidak mengeluarkan dana terlalu banyak untuk tes dan sosialisasi terhadap pengangkatan PNS.

“Dan terkait TPP itu tetap diberikan, dan kalau bisa nanti akan malah dinaikan. Sekarang coba mana buktinya kalau pak. Jokowi presiden TPP tidak akan keluar, buktinya media tidak ada yang nulis, baik cetak maupun elektronik. Itu hanya isu yang sengaja digembor – gemborkan agar elektabilitas pak. Jokowi turun,” ungkapnya.(r7)