PDIP Tidak Pernah Diajak Bicara Emil Dardak

Surabaya (DOC) – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan (PDIP) Kabupaten Trenggalek mengaku tidak pernah diajak bicara oleh Bupati Trenggalek Emil Dardak terkait keputusannya maju mendampingi Khofifah Indar Parawansa dalam Pilgub Jatim 2018.

Ketua DPD PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek Doding Rahmadi mengatakan, sebagai salah satu parpol pengusung, PDI Perjuangan telah berupaya maksimal untuk menjaga keutuhan pasangan Bupati Emil Dardak-Wakil Bupati Mochamad Nur Arifin, seperti harapan rakyat Trenggalek dalam Pilkada 2015.

“Dan, sejauh ini hubungan PDIP Trenggalek dengan Bupati Emil Dardak berlangsung baik.  PDIP tidak pernah diajak bicara atas keputusan itu, karena itu PDIP juga tidak bisa mencegah. Kami harus mengikhlaskan jika Emil Dardak mempunyai pilihan politik berbeda,” ujar Doding Rahmadi dalam rilis yang diterima redaksi D-onenews.com, Rabu (22/7/2017).

Dalam Pilkada 2015 lalu, pasangan Emil Dardak-Mochamad Nur Arifin meraih dukungan telak sebesar 76,28 persen suara, atau dipilih oleh 292.248 jiwa penduduk. Tidak bisa dibantah betapa besar harapan rakyat Trenggalek terhadap keduanya.

Menurut Doding, bisa jadi Trenggalek yang mayoritas warganya hidup dari pertanian, dengan kemiskinan  tinggi, tidak menantang Bupati Emil Dardak untuk berupaya membenahi. “Sehingga di tengah jalan mengambil pilihan politik berbeda dari mandat yang diterimanya. Bukankah Pilkada Jawa Timur menjadi tangga untuk kenaikan karir pemerintahan?” tanyanya.

Doding berharap pada Wakil Bupati Mochamad Nur Arifin untuk tetap semangat, dan terus bekerja keras menyelesaikan mandat dan janji kampanye.  “Pak Wabup tetaplah semangat dan istiqomah menemui rakyat di pelosok-pelosok desa, menginap di rumah-rumah penduduk, mendengarkan suara mereka, menangis dan tertawa bersama rakyat, sebagaimana pesan Ibu Megawati Soekarnoputri,” pungkas Doding. (D02)