PDS Surabaya Incar 5 Kursi

 Politik

Surabaya, (DOC) DPC Partai Damai Sejahtera (PDS) Surabaya yang memiliki 4 kursi di DPRD Surabaya, kini mematok target 5 kursi pada Pemilu 2014 mendatang.

“Ya target kita tak muluk-muluk.  Pada Pemilu  2014 nanti  kita ingin per dapil dapat 1 kursi.  Dengan begitu,  PDS Surabaya akan dapat 5 kursi,  karena di Surabaya ada 5 dapil. Itu target  yang akan kita kejar,”ujar Ketua DPC PDS Surabaya, Toni Tamatompol ketika dikonfirmasi, Sabtu (29/9).

Toni mengaku optimis target tersebut bisa tercapai. Karena pada Pemilu sebelumnya, PDS nyaris mendapat kursi di Dapil II (Mulyorejo, Sukolilo. Kenjeran, Semampir dan Bulak). Kala itu,  menurut Toni, partainya kalah dengan PKNU dengan selisih hanya 100 suara.

Untuk itu, pada Pemilu 2014 mendatang, Dapil II akan dapat perhatian serius dari PDS Surabaya agar target 5 kursi bisa tercapai.

Meski selama ini tak punya kader yang duduk di dewan dari dapil II, bukan berarti pihaknya tidak peduli dengan konstituen di dapil tersebut. Sebab selama ini  kegiatan di dapil II di back-up oleh kader PDS yang duduk di DPRD Jatim, Marcus Remiasa.

Ditanya soal pencalegan, Toni mengaku, saat ini  PDS Surabaya tengah mempersiapkan pencalegan dari internal partai. Dan yang prioritaskan dan diberi kesempatan seluas-luasnya adalah perwakilan dari DPR-an (PAC). Setelah itu baru tokoh agama dan masyarakat umum yang ingin maju menggunakan kendaraan PDS.

“Jadi kader-kader PDS di tingkat DPR-an yang memiliki pengalaman dan kemampuan kita utamakan untuk mewarnai kiptah PDS di DPRD Surabaya,” ungkapnya..

Diakui, PDS Surabaya sendiri telah mendaftarkan diri ke KPU Surabaya untuk menjadi peserta Pemilu 2014. Untuk verifikasi KTA, PDS Surabaya telah mengumpulkan 1.521. “Kekurangan -kekurangan saat mendaftar lalu sudah kita lengkapi semua,”tuturnya.

Hingga hari terakhir pengumpulan kelengkapan, hanya tiga parpol yang mendaftar ke KPU Surabaya. Dengan begitu,  total ada 27 parpol yang mendaftar untuk ikut pemilu 2014. Berkas kelengkapan ini akan diverifikasi menunggu verifikasi administrasi dari KPU Pusat.

Menurut Komisioner Bidang Penyelenggaraan, Edward Dewaruci, hari terakhir ada sekitar enam parpol yang datang. Tiga parpol baru mendaftar, sedangkan tiga sisanya melengkapi persyaratan yang kurang pada pendaftaran tanggal 7 September lalu.

 

KPU Pusat menverifikasi terkait kepengurusan parpol di propinsi sampai 75 persen di  kota/kabupaten, kemudian 50 persen PAC di kabupaten/kota. Selain itu, kepengurusan juga harus diduduki perempuan sebanyak 30 persen.

“Verifikasi administrasi dilakukan KPU Pusat paling tidak sebelum 26 Oktober. Karena pada tanggal itu, kami sudah harus melakukan verifikasi faktual,” tandas Edward.

Dalam verifikasi faktual, KPU Surabaya menyeleksi kartu tanda anggota yang diserahkan parpol (minimal 1.000 KTA), kepengurusan dan kedudukan kantor. (red)