Pedagang Ikan Bulak Dilokalisasi Pemkot

Tidak ada komentar 252 views

Surabaya, (DOC) – Pembangunan sentra Pedagang Kaki Lima (PKL) khususnya pedagang ikan di Kecamatan bulak atau lebih dikenal dengan CIB-Sip, menunjukan progres yang cukup menggembirakan. Pasalnya area bangunan yang rencananya khusus dibuat penjalan ikan serta kerajinan tersebut, diperkirakan akan tuntas pada pertengahan Desember tahun ini.

Kabid Perikanan dan Kelautan Dinas Pertanian (Distan) Kota Surabaya, Aries Munanadar menjelaskan, sesuai konsepnya proyek pembangunan yang menelan anggaran sebesar Rp 17 miliar tersebut, akan menampung masyarakat yang bergerak di bidang perikanan. Mulai dari pengasapan ikan, ikan segar, kuliner hingga pusat kerajinan. “Akhir tahun sudah direncanakan diresmikan wali kota Surabaya,” ujar Aries.

Menurut Aries, dalam sentra PKL yang dibangun di atas tanah seluas 6000 meter persegi itu, rencananaya akan digunakan menampung 200 pedagang kaki lima. Sementara untuk calon penghuninya, dirinya mengaku akan melakukan sosialisasai terlebih dahulu.

“Tujuan utamanya untuk menertibkan pedagang yang selama ini tidak resmi, tapi ini diprioritaskan bagi pedagang yang berasal dari Kecamatan Bulak,” beber Aries.

Aries menjelaskan, dipilihnya lokasi pembangunan sentra PKL khusus ikan di kawasan Bulak sudah berdasarkan kajian yang cukup matang. Selain lokasi bangunan yang langsung menghadap ke arah laut lepas, alasan lainnya pada masa mendatang wilayah bulak juga akan menjadi titik dari pada pembangunan monorel di Surabaya.

“Lokasinya cukup strategis, bahkan untuk jalur luar lingkar timur nantinya juga titiknya di sini. Makanya saya optimis sentra PKL ini akan sangat ramai,” ungkapnya.

Lebih jauh, Aries menegaskan, pembangunan CIB-Sip yang dilakukan saat ini merupakan kelanjutan dari proyek yang sudah ada. Karena dalam proses pembangunan yang sedang berlangsung sekarang merupakan tahap ke empat atau yang terakhir.

Sementara anggota Komisi C DPRD Surabaya, Agus Santoso menilai, pembangunan sentra PKL khusus ikan di Kecamatan Bulak, bangunanya cukup baik. Hal itu bisa dilihat dari bangunan di lantai satu yang sudah mulai dihuni PKL. Untuk itu, dirinya mengharapkan semua elemen di jajaran pemkot mendukung proyek pembangunan ini.

“Dari segi letak dan bentuk bangunan sudah bagus, sekarang tinggal berpikir bagaimana caranya memajukan. Jangan sampai bangunan yang cukup baik ini nasibnya sama dengan PKL yang sudah pernah dibangun pemkot,” harap Agus Santoso.

Kepada pihak kontraktor, Agus berpesan, proses pembangunan segera dituntaskan sesuai dengan batas waktu yang telah disepakati. Karena jika sampai meleset, justru pihak kontarktor yang dirugikan lantaran untuk pembayaranya harus menunggu hingga tahun depan.

“Selain tepat waktu kualitas bangunan harus tetap dijaga, jangan cepat tapi buruk yang justru membahayakan keselamatan pengunjung, sebab anginya cukup kencang,” ingat pria yang juga Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Surabaya itu. (k1/k4/r4)