Pedagang Pasar Turi Minta Dewan Perjuangkan TPS

Tidak ada komentar 168 views

Surabaya,(DOC) – Puluhan pedagang Pasar Turi tahap III hari ini ngluruk gedung DPRD Surabaya, Senin (15/9/2014). Kedatangan mereka untuk mempertanyakan kejelasan pembangunan Tempat Penampungan Sementara(TPS) yang hingga saat ini masih belum jelas kepastiannya.
Ketua Paguyupan Pedagang Pasar Turi Tahap III, H. Juhadi mengatakan, pasca terbakar pada 2012 lalu kondisi pedagang sangat memprihatinkan. Bahkan tidak sedikit dari mereka ada yang meninggal dunia karena sakit – sakitan. “Yang meninggal sudah banyak. Makanya kita mendesak agar TPS segera dibangun,” tegas H. Juhadi.
Menurut H. Juhadi, semua pedagang pasar turi memiliki hak dan kewajiban yang sama. Seperti membayar pajak maupun untuk iuran bulanan lainnya. Oleh karena itu, ia memnta sejumlah anggota dewan langsung datang ke lokasi melihat langsung penderitaan yang dialami pedagang.
“Kondisi pedagang sudah sangat miris. Kalau tidak percaya, mari ke sana bersama sama dengan kita,” ajaknya.
Sementara untuk menyambung hidup, ia mengaku para pedagang terpaksa membangun TPS dengan biaya sendiri. TPS yang ada saat ini dipakai pedaang untuk berjualan kebutuhan rumah tangga seperti cabe, ayam dan sayur-sayuran.
“Pasar turi tahap III itu terbakar 2012, tapi anehnya sampai sekarang untuk TPS saja belum bisa dibangun. Padahal jumlah kita cukup banyak, yaitu 973 pedagang,” sesalnya.
Salah satu pedagang Yusuf, meminta baik pemerintah kota maupaun anggota dewan tidak hanya sekedar memberikan janji. Menurutnya, pedagang sudah banyak memakan janji paslu yang selama ini diberikan pemerintah kota.
Terkait pembangunan TPS, menurut Yusuf, pedagang semapat dilayani dengan baik ketika zamannya asisten II Muhlasudin. Namun, setelah yang bersangkutan tersandung masalah, nasib pedagang selanjutnya menjadi tidak jelas.
“Dulu zamannya pak Muhlas kita dilayani dengan baik. Sebab kita dijembatani oleh beliau,” kata Yusuf.
Menurutnya, TPS adalah harapan satu-satunya pedagang Pasar Turi tahap III. Sebab mereka tidak termasuk pedagang yang akan menempati gedung pasar turi yang saat ini sedang dibangun oleh investor.
Menanggapi keluhan pedagang, perwakilan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag)Bashori menyatakan, terkait pembangunan TPS sebenarnya sudah ada komunikasi antara pemerintah kota dengan PT KAI selaku pemilik lahan.
“Pemkot sudah kirim surat ke KAI tapi hingga sekarang elum ada jawaban,” ujarnya.
Menurut Bashori, untuk alokasi pembangunan TPS sebenarnya sudah disediakan dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK). Masalahnya, PT KAI hanya mau menyewakan lahan mereka selururhnya, padahal pemkot hanya menginginkan sebagian.
“Untuk pembangunan TPS sudah ada anggarannya di kita. Tapi untuk sewa lahannya saya tidak tahu. Karena di Disperdagin tidak ada,” kata Bashori.(k1/r7)